BETANEWS.ID, KUDUS – Akses Jalan Kudus–Purwodadi, tepatnya di sepanjang Desa Jetis Kapuan hingga Desa Tanjungkarang, tergenang banjir dengan ketinggian cukup tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan banyak sepeda motor mogok setelah nekat menerobos genangan air.
Pantauan di lokasi, Rabu (14/1/2026), sejumlah pengendara terpaksa mendorong sepeda motor mereka karena mesin mati akibat tidak mampu melintasi banjir. Ketinggian air di jalan penghubung Kabupaten Kudus dan Kabupaten Grobogan itu mencapai 30 hingga 50 centimeter, bahkan di beberapa titik dilaporkan lebih tinggi.
Baca juga: Bikin Haru, Warga Kesambi Kudus ini Gelar Pernikahan di Tengah Banjir
Salah seorang pengendara, Ahmad Arif, mengaku sepeda motornya mogok di tengah jalan setelah memaksakan diri menerjang banjir. Menurutnya, kondisi banjir semakin parah dibandingkan malam sebelumnya saat ia berangkat kerja.
“Tadi malam saat berangkat masih bisa dilalui motor. Ini pas pulang kerja ternyata airnya naik. Saya nekat menerobos, akhirnya mogok di tengah jalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketinggian air di beberapa titik mencapai 50 centimeter, bahkan di depan warung mi ayam Bang Romi diperkirakan mencapai sekitar 70 centimeter. Akibat mogok, ia terpaksa mendorong motornya sejauh kurang lebih 100 meter.
Pengendara lainnya, Habib Dawam, memilih tidak menerobos banjir karena ketinggian air sudah melebihi lutut orang dewasa. Ia mematikan mesin motornya dan mendorong sejauh sekitar 300 meter untuk menghindari kerusakan.
“Airnya selutut orang dewasa. Saya matikan mesin dan dorong saja, soalnya banyak motor jenis PCX selip dan tidak kuat,” terangnya.
Habib menuturkan, genangan air di lokasi tersebut semakin tinggi dibandingkan saat dirinya berangkat kerja pada Selasa (13/1/2026) malam. Banyak kendaraan, terutama sepeda motor, dilaporkan mogok setelah nekat melintasi banjir.
Baca juga: Longsor Menawan Makan Korban, Bupati Kudus Turun ke Lokasi Bencana
Hal serupa dialami Lutfin Yunia, warga Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, yang hendak berangkat kerja menuju kawasan GOR Kudus, Kelurahan Wergu Wetan. Ia terpaksa izin tidak masuk kerja karena sepeda motornya tidak mampu melintasi banjir dan mengalami brebet.
“Terpaksa izin kerja, karena motor tidak kuat menerjang banjir. Belum sampai mogok, tapi sudah brebet dan harus menepi,” ungkapnya.
Editor: Haikal Rosyada

