DPRD Kudus Usulkan Skema Parkir Alternatif Usai Bus Peziarah Dilarang Naik Muria Akibat Longsor

BETANEWS.ID, KUDUS – Dampak longsor yang terjadi di jembatan Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, berimbas pada pembatasan lalu lintas kendaraan besar menuju kawasan wisata religi Makam Sunan Muria. Bus dan truk kini tidak diperkenankan melintas di jalur tersebut demi alasan keselamatan.

Sebagai langkah pengalihan, kendaraan besar diarahkan untuk berhenti dan parkir di Terminal Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu. Dari lokasi tersebut, peziarah dan wisatawan nantinya akan diantar menggunakan angkutan khusus menuju kawasan Colo.

Sementara itu, kendaraan yang datang dari arah timur masih diperbolehkan melaju hingga Terminal Colo. Akses tersebut melalui portal timur yang berada di Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe, dengan pengaturan lalu lintas terbatas.

-Advertisement-

Baca juga: Jalan Kudus-Colo Longsor, Jalur Wisata Colo Dialihkan ke Jalur Timur

Kebijakan penutupan akses bagi bus dan truk tersebut mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kabupaten Kudus, Muhammad Antono. Ia menilai langkah yang diambil aparat kepolisian terkesan terlalu kaku dan perlu dikaji ulang agar tidak menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Terlebih, spanduk larangan menuju kawasan Desa Colo telah dipasang di Perempatan Desa Panjang, Kecamatan Bae. Menurut Antono, kebijakan ini berpotensi merugikan pedagang kecil yang menggantungkan pendapatan dari arus peziarah menuju Muria.

“Saya mewakili dapil Dawe dan Jekulo meminta agar kebijakan ini dievaluasi. Ini sedang memasuki bulan ramai peziarah, seharusnya masih bisa dicari alternatif jalur atau skema pengaturan lain,” ujar Antono, Senin (11/1/2026).

Ia mengusulkan agar bus peziarah tetap diizinkan melintas dengan sistem pembatasan, salah satunya dengan menyediakan kantong parkir di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe. Dari titik tersebut, peziarah dapat diangkut menggunakan kendaraan kecil hingga ke Desa Colo.

Selain Kandangmas, Antono menyebut sejumlah lokasi lain yang telah disiapkan warga untuk parkir bus, di antaranya lapangan Masjid Desa Cendono, Balai Desa Kajar, Balai Desa Lau, serta Balai Desa Piji. Menurutnya, lokasi-lokasi tersebut cukup layak dan strategis.

“Kalau penutupan total diberlakukan, kasihan warga yang berjualan di sepanjang jalur Muria. Ini momen penting di Bulan Ruwah, ekonomi masyarakat sangat bergantung pada peziarah,” terangnya.

Antono juga menyampaikan bahwa lahan di sekitar Bendungan Logung, Desa Kandangmas, dinilai mampu menampung hingga sekitar 100 unit bus, sehingga cukup untuk mengakomodasi lonjakan kunjungan.

Baca juga: Dua Kendaraan yang Terbawa Longsor di Colo Berhasil Dievakuasi

Ia menambahkan, bagian jembatan Colo yang terdampak longsor merupakan struktur hasil pelebaran baru, sementara konstruksi lama masih terlihat kokoh. Menurutnya, dengan pengaturan yang tepat, jalur tersebut masih dapat dimanfaatkan secara terbatas.

“Intinya, saya berharap larangan total bus naik ke Colo bisa ditinjau kembali. Masih banyak opsi kebijakan yang lebih berpihak pada keselamatan sekaligus ekonomi warga,” tegasnya.

Editor: Suwoko

Sebagai informasi, longsor di Jembatan Desa Colo terjadi pada Jumat malam (9/1/2026) akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan tanah di sekitar jembatan menjadi labil. Saat ini, Polres Kudus telah mengamankan lokasi dengan pemasangan water barrier. Penanganan lanjutan masih menunggu tindak lanjut dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah karena status jalan berada di bawah kewenangan provinsi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER