BETANEWS.ID, JEPARA – Sebuah jembatan yang menjadi akses penghubung warga di dua desa di Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara hanyut terbawa arus sungai saat terjadi banjir bandang.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu, (11/1/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Dari rekaman video yang diterima Betanews.id, salah satu sisi jembatan tampak sudah ambruk dan jatuh ke dasar sungai.
Sisi jembatan yang sudah ambruk kemudian diterjang derasnya air sungai hingga akhirnya hanyut terbawa aliran air sungai.
Baca juga: Terisolir Akibat Longsor, Pemkab Jepara Upayakan Jalur Alternatif Menuju Desa Tempur
Maskuri (56), Warga RT 1 RW 9 Desa Ngetuk, Kecamatan Nalumsari bercerita jembatan itu merupakan jalur alternatif bagi warga di Dukuh Glatik Watu, Desa Ngetuk dan Dukuh Pondok, Desa Karangnongko.
Jembatan itu dulunya dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar tahun 1997. Sebab masyarakat di dua desa itu ingin memiliki akses yang cepat menuju desa lainnya.
“(Jembatan) ini jalan pintas, jalan alternatif penghubung (Desa) Karangnongko dan Ngetuk. Dulu dibangun sekitar tahun 1997, secara swadaya karena kita ingin punya akses,” kata Maskuri saat ditemui di lokasi jembatan, Senin (12/1/2026).
Saat jembatan tersebut hanyut terbawa arus sungai, Maskuri mengatakan peristiwa itu memang tidak terjadi seketika. Namun berangsur-angsur. Dimulai dari robohnya tiang penyangga yang tertimpa pohon randu.
“Karena tiang penyangganya ngga kuat, sehingga turun sedikit-sedikit terkena arus banjir, akhirnya hanyut. Arus air saat itu memang deras, seperti banjir bandang, bisanya ngga sampe kayak gitu,” bebernya.
Saat pertama kali dibangun hingga akhirnya hanyut, jembatan memang sempat direnovasi. Namun hanya pada bagian plat atau lantai jembatan.
Kini akibat jembatan itu roboh, warga di dua desa maupun anak sekolah yang terbiasa melintas di jalur itu terpaksa harus berputar melewati jalan poros desa. Jarak yang harus ditempuh yaitu sekitar 2,5 km.
Baca juga: 18 Titik Longsor Kepung Desa Tempur Jepara, Akses Jalan Masih Tertutup Total
“Sekarang lewatnya muter. Terutama anak-anak sekolah, SD, SMP, karena dari Desa Karangnongko itu ada yang sekolahnya di Desa Ngetuk,” ungkapnya.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan karena jembatan itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat, dalam waktu dekat pihaknya akan segera membangun ulang jembatan itu menggunakan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
Wiwit menarget sekitar bulan Maret jembatan itu akan selesai dibangun sehingga bisa diakses kembali oleh masyarakat.
“Karena itu sangat urgent maka akan kita bikinkan dengan dana BTT. Mudah-mudahan kita bisa segera bangun kembali, dijadwalkan setelah lebaran insyaallah sudah bisa terbangun,” katanya.
Editor: Suwoko

