Akses Terputus Akibat Banjir, Warga Mintobasuki Pati Gunakan Perahu untuk Aktivitas 

BETANEWS.ID, PATI – Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, menjadi salah satu wilayah yang terdampak banjir paling parah. Meski air telah merendam permukiman cukup tinggi, sebagian besar warga memilih bertahan dan belum mengungsi.

Genangan banjir setinggi 50 centimeter hingga satu meter merendam rumah-rumah warga. Aktivitas sehari-hari pun terpaksa dilakukan dengan perahu yang sudah lama menjadi “kendaraan andalan” warga setiap kali banjir datang. Jalan kampung tak lagi bisa dilalui kendaraan bermotor, sehingga perahu menjadi satu-satunya akses mobilitas.

Baca juga: Pantura Pati-Rembang Terendam Banjir, Arus Lalu Lintas Tersendat hingga 2 Kilometer

-Advertisement-

Warga mengaku hanya bisa pasrah menghadapi kondisi tersebut. Sebab, Desa Mintobasuki memang langganan banjir setiap tahun. 

Salah seorang warga, Agus Sutomo menyebut, ketinggian air di luar rumah sudah mencapai 50 centimeter hingga satu meter, sementara di dalam rumah rata-rata mencapai 50 centimeter.

“Luapan sungai Silugonggo. Naiknya begitu cepat,” ujarnya, Rabu (13/1/2026). 

Menurut Agus, perahu dimanfaatkan warga untuk beraktivitas sehari-hari karena akses jalan benar-benar terputus.

“Keluar masuk kampung dengan perahu. Untuk nganter anak ke sekolah atau kerja. Kendaraannya dititipkan ke tempat tetangga yang aman dari banjir,” imbuhnya. 

Sementara itu, Ketua RT 2 RW 2 Desa Mintobasuki, Eko Priyanto mengatakan, warga memilih bertahan di rumah demi menjaga barang-barang agar tidak hanyut terbawa arus. Untuk beristirahat, warga meninggikan tempat tidur dengan ganjalan umpak. Ada pula yang membuat ranggon dari bambu yang ditata tinggi sebagai tempat tidur darurat.

“Kalau di RW ini ada sekitar 120 rumah warga. Sebagian besar bertahan meski ada juga orangtua dan anak-anak yang diungsikan ke rumah sanak saudara yang lebih aman,” ungkapnya. 

Priyanto menjelaskan, banjir tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Silugonggo yang tak mampu menampung debit air kiriman dari wilayah lain.

“Kalau arah kota banjir atau daerah Kecamatan Sukolilo dan Kayen banjir masuk ke sungai Silugonggo, desa Mintobasuki pasti kebanjiran. Cukup sering kebanjiran. Hampir setiap tahun,” ucapnya. 

Baca juga: Banjir Rendam Jalur Alternatif Pati–Rembang, Rubinah Terpaksa Tak Jualan Karena Warungnya Kebanjiran

Ia pun berharap ada perhatian serius dari pemerintah, salah satunya dengan melakukan normalisasi Sungai Silugonggo.

“Setiap ada banjir kiriman dari Utara atau Selatan dan Sungai tak mampu menampung ya banjir,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER