BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat, hingga kini masih ada sebanyak 23.697 jiwa dari 7.908 kepala keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak awal Januari 2026. Total data tersebut merupakan hasil pemutakhiran per 21 Januari 2026 pukul 17.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko menyampaikan, hingga kini masih ada sebanyak 2.244 jiwa mengungsi di 13 titik posko bencana. Di antaranya posko di gedung DPRD Kabupaten Kudus, Kantor DPC PDI Perjuangan, Balaidesa Karangrowo, Balaidesa Jati wetan, dan lain sebagainya.
Ia menyebut, bencana banjir dan limpasan tercatat terjadi di tujuh kecamatan; Mejobo, Undaan, Kaliwungu, Jati, Kota, dan Bae. Menurutnya, wilayah dengan dampak cukup besar berada di Kecamatan Jati dan Undaan.
Baca juga: 74 Sekolah di Kudus Terdampak Bencana, Perbaikan Tunggu Pengusulan Bantuan ke BNPB
“Di Kecamatan Jati, dua desa yang masih terdampak adalah Desa Jetiskapuan dengan 1.446 jiwa dari 382 KK dan Jati Wetan tercatat 500 rumah terdampak dengan 2.880 jiwa dari 960 KK, 47 KK mengungsi,” bebernya.
Sedangkan di Kecamatan Undaan ada empat desa yang hingga kini masih terdampak. Yakni Desa Ngemplak, Karangrowo, Wates, dan Undaan Lor, dengan jumlah rumah terendam mencapai ribuan unit dan ratusan hektar sawah terendam.
“Selain pemukiman warga, area persawahan juga terdampak. Total sawah yang terendam bahkan capai ribuan hektar,” jelasnya.
Tak hanya banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di wilayah perbukitan, khususnya di Kecamatan Dawe dan Gebog. Kecamatan Dawe tercatat menjadi wilayah dengan titik longsor terbanyak yang tersebar di desa-desa seperti Japan, Kuwukan, Kajar, Ternadi, Kandangmas, Colo, Soco, Cranggang, Piji, Puyoh, dan Lau.
Di Desa Jepang, Kecamatan Dawe, tercatat 27 titik longsor dengan 19 akses jalan terdampak. Sementara di Desa Colo terdapat 12 titik longsor yang berdampak pada akses jalan dan kendaraan.
“Longsor ini banyak terjadi di wilayah lereng, dan sebagian besar memutus akses jalan desa,” kata Eko.
Baca juga: Status Tanggap Darurat Bencana Kudus Diperpanjang
BPBD Kudus juga mencatat dampak cuaca ektream berupa angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan rumah rusak di sejumlah kecamatan, seperti Kaliwungu, Kota, Gebog, Jati, Dawe, dan Bae
Beberapa kejadian tercatat di Desa Banget, Garung Lor, Papringan, Jurang, Karangmalang, hingga Loram Wetan. Selain pohon tumbang, terdapat laporan rumah roboh dan kendaraan tertimpa pohon.
“Cuaca ekstrem juga menambah dampak bencana, sehingga kami minta warga tetap waspada karena potensi hujan dan angin masih ada,” ujarnya.
Dari keseluruhan rangkaian bencana, BPBD Kudus juga mencatat adanya korban luka, yakni empat orang meninggal dunia dan lima orang luka sedang. BPBD Kudus bersama unsur TNI, Polri, relawan, serta pemerintah desa terus melakukan penanganan darurat, distribusi logistik, dan pembersihan material longsor serta banjir.
“Kami terus berupaya mempercepat penanganan dan pemulihan, terutama di wilayah yang akses jalannya terputus dan permukiman yang masih tergenang,” terangnya.
Editor: Suwoko

