BETANEWS.ID, KUDUS – Akibat cuaca ektream yang melanda wilayah Kabupaten Kudus, sejak Jumat (9/1/2026) lalu beberapa sekolah tak luput terkena imbasnya. Puluhan sekolah bahkan terdampak bencana, baik banjir, tanah longsor, hingga cuaca ektream.
Berdasarkan data yang dihimpun Betanews.id dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus tercatat ada 74 satuan pendidikan yang terdampak dari bencana tersebut. Terdiri dari 65 SD, lima SMP, dan empat PAUD.
Baca Juga: Status Tanggap Darurat Bencana Kudus Diperpanjang
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho menyampaikan, bahwa perbaikan sekolah terdampak bencana menunggu pengusulan bantuan dari Badan Nasinal Penanggulangan Bencana (BNPB). Menurutnya, peluang pengajuan perbaikan sekolah ke BNPB telah disinggung ketika Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto hadir di Kudus pada Jumat (16/1/2026) lalu.
“Saat kunjungan ke Kudus, BNPB membuka peluang pengajuan bantuan (perbaikan sekolah), cuma harus dilengkapu dengan DED (Detailed Engineering Design),” katanya saat dimintai keterangan melalui sambungan telepon, Rabu (21/1/2026).
Saat ini, kata dia, baru meminta konsultan untuk menyusun beberapa berkas, seperti menghitung besaran kerusakan sekolah dan di mana saja sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana.
“Jika memang ada sekolah yang mendesak dan harus diperbaiki serta tidak bisa menunggu bantuan dari BNPB bisa menggunakan dana anggaran perawatan rutin untuk antisipasi awal,” bebernya.
Ia menjelaskan, dana perawatan rutin tersebut, biasanya digunakan untuk perbaikan atap dan plafon. Sejauh ini, dana tersebut sudah dianggarkan, namun lokasi sekolah belum dipetakan.
Baca Juga: Sudah 8 Hari Banjir di Desa Payaman Kudus Tak Surut, Air Masih Setinggi Satu Meter
Anggun menyebut, di antara sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana adalah SD 1 Pladen, SD 2 Japan, SD 1 Sidomulyo, lain sebagainya. Dari total sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana, dapat diperbaiki dengan bantuan BNPB.
“Yang terdata 74 sekolah dalam nota dinas kemarin yang kelihatan itu yang plafon ambrol di SD 1 Pladen dan SD 2 Japan. Karena tidak membutuhkan data banyak soalnya hanya tambal sulam atap,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

