BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan lanjut usia (lansia) terlihat sumringah ketika mengenakan toga dalam prosesi wisuda di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (3/12/2025). Program sekolah lansia menjadi langkah nyata Pemkab Kudus dalam meningkatkan kualitas hidup, sekaligus mendukung visi daerah menuju Kudus Sehat (sejahtera, harmoni, dan taqwa).
Program tersebut diselenggarakan oleh Dinsos P3AP2KB Kudus dengan menggunakan anggaran APBD Kudus 2025. 120 peserta yang diwisuda, terdiri 30 orang dari Desa Kutuk Kecamatan Undaan, 30 orang dari Desa Jati Wetan Kecamatan Jati, 30 orang dari Desa Lau Kecamatan Dawe, dan 30 orang dari Desa Payaman Kecamatan Mejobo.
Baca Juga: Verifikasi Calon Penerima TKGS Kudus Tahun 2026 Gunakan Metode Sampling
Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus, Putut Winarno mengatakan, sekolah lansia merupakan program prioritas daerah yang dihadirkan untuk memastikan lansia tetap aktif, sehat, mandiri, serta memiliki ruang sosial yang kondusif. Terlebih, adanya sekolah lansia dapat memberikan manfaat lebih dari lansia di Kota Kretek.
“Sekolah Lansia bukan hanya ruang belajar, tetapi ruang untuk menjaga kebugaran, kesehatan mental, dan memperkuat nilai sosial bagi lansia. Kami ingin para lansia di Kudus tetap berdaya dan bahagia,” katanya dalam sambutannya.
Sekolah Lansia 2025 menghadirkan narasumber dari unsur kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, perguruan tinggi, serta tenaga ahli lainnya. Para peserta dibimbing oleh kader desa, PLKB, dan fasilitator terlatih.
“Ada 12 kali pertemuan dalam sekolah lansia yang berlangsung. Adapun untuk tempat pelaksanaan digelar di masing-masing balaidesa mulai awal September hingga akhir November lalu,” ujarnya.
Ia menuturkan, materi yang diberikan kepada peserta adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pencegahan penyakit degeneratif, senam lansia dan aktivitas fisik, kesehatan mental dan kebahagian lansia, pembinaan spiritual dan harmoni keluarga, konseling gizi dan pola makan seimbang, aktivitas sosial serta unjuk karya.
“Materi ini dipilih untuk menjawab kebutuhan esensial lansia agar tetap sehat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual,” tuturnya.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan, melalui kegiatan tersebut dapat memberikan ruang interaksi bersama untuk mengasah pengetahuan mereka selama tiga bulan. Sehingga, spirit belajar para lansia di Kudus terus bertambah dalam mengejar cita-cita.
“Jadi kita berikan apresiasi melalui wisuda ini, biar mereka bahagia dan memberikan contoh pendidikan bagi anak dan cucunya. Semoga semuanya produktif, kreatif, dan mandiri dalam kehidupan bermasyarakat,” bebernya.
Pihaknya berencana tahun depan program tersebut akan terus berlangsung. Namun kata dia, pengadaan program itu bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi keuangan daerah di tahun depan.
“Kita usahakan (tahun depan) ada lagi, karena situasi dan kondisi. Ini dapat memberikan perubahan sangat baik dalam hal membaca literasi, informasi dan IT. Sehingga mereka melek terhadap pengetahuan setiap informasi yang ada,” jelasnya.
Baca Juga: Jejak Teguh dan Peka Muria Menjaga Nafas Lereng Muria
Sementara itu, salah satu peserta, Siti Khasanah (61) mengaku senang bisa mengikuti program tersebut. Menurutnya, ketertarikannya dalam mengikuti sekolah lansia dapat memotivasi diri supaya bisa menambah ilmu dan semakin sehat.
“Manfaatnya banyak mas, kita bisa mandiri, bisa menambah ilmu, dan tentunya semakin sehat,” imbuh warga Desa Jati Wetan RT 9 RW 2, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu.
Editor: Haikal Rosyada

