BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus, Sulistyanto didesak untuk mundur dari jabatannya. Desakan tersebut, imbas dari acara KONI Kudus Award yang menampilkan dancesport yang dianggap lebih mirip tarian erotis dan mencoreng Kudus sebagai Kota Santri.
Desakan itu salah satunya datang dari Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, Ali Ihsan. Desakan tersebut, disampaikannya pada rapat paripurna di Gedung DPRD Kudus, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga: Tak Ada Pesta Kembang Api, Begini Imbauan Bupati Kudus di Malam Tahun Baru 2026
Ali Ihsan mengatakan, semangat Kabupaten Kudus adalah Kota Santri yang religius. Tetapi di acara KONI Kudus Award yang diselenggarakan di Pendopo Kudus malah ada penampilan tarian erotis.
“Dampaknya betul-betul sangat meresahkan masyarakat. Karena kejadiannya di Pendopo Kudus, tempat yang kita sakralkan bersama,” ujar Ali Ihsan.
Atas kelalaian dan kegaduhan tersebut, politikus PKB itu meminta agar ketua KONI Kudus untuk bertanggung jawab. Menurutnya, hal itu tidak cukup hanya dengan permintaan maaf saja.
“Sebagai pelajaran yang sangat berharga, kami berharap Ketua KONI Kudus bisa dievaluasi. Bila perlu kita mintakan agar bisa mengundurkan diri,” tandasnya.
Ia mengaku sengaja menyampaikan desakan di rapat paripurna karena ada Bupati dan Wakil Bupati Kudus, Ketua DPRD dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia berharap usulannya bisa ditindaklanjuti, karena terjadi kegaduhan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Jelang Tahun Baru 2026, Polres Kudus Gencarkan Razia Miras dan Cipta Kondisi
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Kudus, Sulistyanto sudah menyampaikan maafnya. Ia juga mengakui bahwa penampilan dancesport pada pembukaan KONI Kudus Award yang diselenggarakan di Pendopo memang kurang tepat.
“Memang penampilan dancesport tersebut kurang pas, tidak sesuai di tempatnya. Acara juga dadakan, jadi lepas kontrol. Atas kelalaian itu, saya mohon maaf,” ujar Sulis.
Editor: Haikal Rosyada

