BETANEWS.ID, PATI – Isu masuknya bawang merah impor ilegal ke Indonesia menimbulkan keresahan di kalangan petani, khususnya menjelang masa panen. Kondisi tersebut dinilai semakin memperburuk harga bawang merah yang hingga kini belum stabil, seiring beredarnya kabar bawang impor murah di pasaran yang dikhawatirkan menekan harga bawang lokal.
Ketua Asosiasi Bawang Merah Kabupaten Pati, Kasnawi menyebut, situasi harga bawang merah saat ini masih tidak menentu. Fluktuasi harga yang terjadi membuat petani dan pelaku usaha kebingungan dalam memperkirakan keuntungan, di tengah biaya produksi yang terus meningkat.
Baca Juga: Petani Bawang Merah di Pati Resah, Harga Anjlok Tajam Jelang Panen Raya
“Sekarang ini kan mau panen. Tapi ada isu-isu impor yang sangat meresahkan petani. Kami khawatir bawang impor ilegal beredar di pasaran dan berdampak langsung pada harga bawang lokal,” ujar Kasnawi, yang juga petani bawang merah di Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati.
Ia mengungkapkan, Asosiasi Bawang Merah Kabupaten Pati telah berkoordinasi dengan asosiasi bawang merah dari Nganjuk dan Probolinggo untuk mengantisipasi dugaan masuknya bawang impor ilegal yang tidak sesuai dengan regulasi.
Menurutnya, bawang impor tersebut dikhawatirkan masuk ke pasar tradisional dengan harga jauh lebih murah dibandingkan bawang merah lokal, sehingga berpotensi merugikan petani.
“Yang beredar itu informasinya bawang minipikal, bawang bombai kecil. Padahal aturan dari pemerintah jelas, ukuran minimal 5 sentimeter ke atas. Kalau ini disalahgunakan dan ukurannya di bawah ketentuan, itu jelas mengganggu harga bawang petani,” ungkapnya.
Kasnawi juga menyampaikan adanya isu bawang ilegal yang diduga berasal dari Thailand. Meski belum dapat dipastikan kebenarannya, kabar tersebut telah memicu kekhawatiran di tingkat petani.
“Mudah-mudahan isu itu salah. Tapi kalau benar ada bawang ilegal masuk, itu sangat merugikan petani. Harganya bisa jauh di bawah biaya produksi petani kita,” ucapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Bhakti Juniar Isrony, menyatakan pihaknya akan berupaya membuka peluang distribusi pasar yang lebih luas guna menekan dampak penurunan harga menjelang panen.
Disdagperin Pati juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian serta instansi terkait untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi petani bawang merah.
Baca Juga: Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Bakal Berdiri di Pati Selatan
Terkait isu masuknya bawang merah impor ilegal, Isrony menyebut pihaknya masih melakukan penelusuran dan pendalaman. Hingga kini, kebenaran kabar tersebut belum dapat dipastdapat
“Masih kita pelajari lebih lanjut dan akan kita koordinasikan dengan Dinas Pertanian. Jadi belum bisa memastikan,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

