31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Petani Bawang Merah di Pati Resah, Harga Anjlok Tajam Jelang Panen Raya

BETANEWS.ID, PATI – Kekhawatiran menyelimuti petani bawang merah di Kabupaten Pati. Dalam dua pekan terakhir, harga bawang merah di tingkat petani anjlok cukup tajam. Situasi ini kian meresahkan karena masa panen raya diperkirakan segera tiba.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Kabupaten Pati, Kasnawi mengatakan, bahwa harga bawang merah kini merosot hingga Rp20 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga masih cukup menjanjikan di kisaran Rp30 ribu per kilogram.

Baca Juga: Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Bakal Berdiri di Pati Selatan

-Advertisement-

“Sekarang turun sampai Rp20 ribu. Dari Rp30 ribu jadi Rp20 ribu. Padahal pertengahan Januari 2026 sudah mulai panen,” ujarnya, Kamis (17/12/2025).

Menurutnya, tren penurunan harga ini sudah berlangsung sekitar 15 hari terakhir. Ia berharap ada langkah konkret dari pemerintah maupun pihak terkait agar harga bawang merah kembali stabil dan petani tidak terus mengalami kerugian.

“Mudah-mudahan ke depan diperbaiki supaya petani semangat lagi,” imbuhnya.

Ia menilai, ketidakstabilan harga bawang merah membuat petani berada dalam posisi sulit dan penuh ketidakpastian.

Kasnawi menyebut penurunan harga mulai terasa sejak sekitar 15 hari lalu, seiring mendekatnya musim panen. Kondisi ini dikhawatirkan akan semakin memburuk saat panen raya berlangsung.

“Dari kemarin petani masih bisa ambil Rp30 ribu, sekarang turun jadi Rp20 ribu sampai Rp21 ribu. Bahkan bawang ukuran kecil bisa hanya Rp17 ribu sampai Rp18 ribu per kilogram,” jelasnya.

Ia menegaskan, jika harga terus tertekan saat panen raya, petani berpotensi tidak bisa menikmati hasil kerja keras mereka. Padahal, sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag), harga ideal bawang merah di tingkat petani berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp31 ribu per kilogram.

Baca Juga: Enam Pejabat Lolos Tiga Besar Seleksi Pengisian Dua Kepala Dinas di Pati 

“Kalau harga di bawah Rp21 ribu, petani jelas merugi. Apalagi petani kecil yang hanya punya satu atau dua petak lahan. Keuntungan seribu-dua ribu rupiah per kilogram jelas tidak cukup untuk biaya hidup dan sekolah anak,” ucapnya.

Kasnawi pun berharap pemerintah segera turun tangan untuk menjaga stabilitas harga bawang merah, terutama menjelang panen raya. Dengan begitu, petani kecil tetap mampu bertahan dan memiliki semangat untuk kembali menanam pada musim berikutnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER