Gerai Kopdes Merah Putih di Bandungrejo Jepara Terancam Gagal Dibangun 

BETANEWS.ID, JEPARA – Pembangunan Gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara terancam gagal dilaksanakan. 

Lokasi yang rencananya akan dibangun gerai yaitu bertempat di lapangan desa ditolak oleh warga. Penolakan itu terjadi pada Rabu, (3/12/2025) lalu saat petugas dari Koramil 04/Pecangaaan Jepara sedang menggali tanah untuk pondasi bangunan.  

Baca Juga: Pemkab Jepara Targetkan Seribu Bantuan Tenda UMKM dalam Setahun 

-Advertisement-

Dandim 0719/Jepara, Letkol (Arm) Khoirul Cahyadi mengatakan untuk sementara pembangunan Gerai Kopdes di Desa Bandungrejo tidak dilanjutkan. Pembangunan itu akan dilanjut menunggu hasil kesepakatan warga. 

“Sementara KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) Bandungrejo tidak dibangun dulu, sebelum satu desa sepakat,” katanya melalui pesan tertulis pada Rabu, (10/12/2025).  

Terpisah, Kepala Desa Bandungrejo, Suratmin bercerita dari hasil Musyawarah Desa (Musdes) yang dilaksanakan pada 27 November 2025, pihaknya mengusulkan lapangan desa sebagai tempat pembangunan Gerai Kopdes. 

Namun, dari hasil Musdes itu terjadi pro kontra di masyarakat. Sehingga ia mengadakan Musdes yang kedua. Hasilnya hanya tiga dari 27 RT dan satu dari 9 RW yang menyatakan tidak setuju. 

“Melihat hasil dari usulan yang sebagian besar setuju, pada Rabu (3/12/2025) itu kita adakan selametan dan gali pondasi. Ternyata ada masyarakat yang tidak setuju, sekitar 50 orang datang ke lapangan menyatakan menolak,” katanya saat ditemui di Balai Desa Bandungrejo.  

Suratmin melanjutkan, lapangan desa yang tadinya akan digunakan untuk Gerai Kopdes Merah Putih yaitu yang berada di sebelah timur lapangan. Dari garis lapangan hingga batas jalan, menurutnya masih terdapat sisa luasan tanah sekitar 35 meter. 

Dari sisa luasan itu, 25 meter akan dibangun gerai Kopdes dan sisanya 10 meter untuk tempat penonton. 

“Sehingga tidak seluruhnya dipakai, hanya sebagian. Sekitar 25 x 30 meter,” sebut Suratmin. 

Akan tetapi, karena ditolak oleh warga, Suratmin mengatakan ia tidak berani memutuskan apakah pembangunan Gerai Kopdes nantinya tetap dilakukan di lapangan atau tidak. 

“Kami selaku pemerintah desa tidak berani untuk mengambil keputusan tetap di lapangan atau tidak. Kami mau musdes lagi juga bagaimana, rasanya kok sudah tidak bisa,” ujarnya. 

Selain di lapangan, Suratmin mengatakan sebenarnya terdapat opsi lokasi lain, yaitu di tanah bengkok petinggi atau bengkok perangkat. Akan tetapi lokasinya berada di area persawahan dan diapit perkampungan warga. 

Sehingga pihak desa diminta mengeluarkan tambahan anggaran untuk menguruk jalan menuju lokasi. Setelah dihitung, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp200 juta. 

“Kalau diminta tambahan anggaran, kami tidak ada. Anggaran sebesar itu kami darimana? Sedangkan APBDes 2026 sudah ada penetapan,” katanya. 

Baca Juga: Wujudkan UMKM Naik Kelas, Pemkab Jepara Bakal Salurkan Ratusan Tenda 

Untuk itu saat ini, Suratmin mengaku menyerahkan keputusan kepada pihak berwenang. Namun, ia berharap Gerai Kopdes Merah Putih di desanya tetap jadi dibangun. 

“Harapan kami koperasi tetap dibangun. Tempatnya dimana monggo, karena di lapangan masyarakat menolak, yang tersedia ya apa adanya disitu,” tegas Suratmin. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER