31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Pinjaman Bank Himbara Jadi Opsi Terakhir Permodalan Kopdes Merah Putih di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Sekretaris Paguyuban Persaudaraan Kepala Desa Kabupaten Kudus, Moh Khanafi, menegaskan bahwa pinjaman modal ke bank Himpunan Bank Negara (Himbara) menjadi opsi terakhir bagi pengurus Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Kudus. Ia menilai, langkah itu baru bisa dilakukan apabila lini usaha koperasi benar-benar sudah berjalan stabil dan memiliki prospek ekonomi yang layak.

“Terkait pinjaman modal ke Bank Negara, itu menjadi opsi yang terakhir. Karena kalau sudah ambil modal ke bank, maka koperasi harus siap dengan tanggung jawab angsuran,” ujar Khanafi di Pendopo Kudus belum lama ini.

Baca Juga: Warga Jepang Pakis Nyaris Geruduk PLN Kudus, Ada Apa?

-Advertisement-

Menurut pria yang juga kepala desa (Kades) Desa Ngembal Kulon tersebut, keputusan mengambil kredit perbankan tidak bisa diambil secara tergesa-gesa. Pengurus Kopdes perlu melakukan perhitungan yang matang agar tidak membebani operasional di kemudian hari.

“Kita harus berpikir realistis dan penuh analisis. Ketika memutuskan mengambil pinjaman, usaha Kopdes itu mau tidak mau harus jalan dan menghasilkan,” tegasnya.

Khanafi menambahkan, sejumlah Kopdes Merah Putih di beberapa desa di Kabupaten Kudus dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan November 2025. Ia berharap pada tahun 2026 nanti, eksistensi koperasi tersebut sudah benar-benar terlihat melalui kegiatan ekonomi yang nyata.

“Insyaallah pertengahan November sudah ada yang beroperasi. Tahun 2026 nanti harus ada hasil konkret dari pembentukan Kopdes ini, karena secara administrasi semua sudah siap,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari amanat kebijakan pemerintah pusat yang tertuang dalam Peraturan Presiden. Dalam aturan itu disebutkan bahwa 30 persen Dana Desa dapat digunakan sebagai pendorong aktivitas ekonomi melalui Kopdes.

“Dana desa sebesar 30 persen itu diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi. Kami di desa siap menjalankan perintah itu sebagai modal awal bagi Kopdes, bukan untuk memanjakan perangkat desa, tapi agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” paparnya.

Khanafi mengingatkan agar penggunaan Dana Desa tersebut tidak membuat pengurus atau anggota koperasi terlena. Justru, ia berharap seluruh pihak menyamakan persepsi untuk menggerakkan ekonomi desa secara mandiri.

“Jangan sampai 30 persen Dana Desa ini malah membuat kita lengah. Kopdes harus jadi ruang gotong royong ekonomi masyarakat desa,” tegasnya.

Dari sisi kesiapan, Khanafi menyebut 123 desa di Kabupaten Kudus telah menyiapkan struktur dan administrasi Kopdes Merah Putih. Saat ini, sebagian besar masih dalam tahap penyusunan lini usaha dan perizinan operasional.

“Kalau dari sisi administrasi, semua sudah siap. Tapi kalau secara usaha, Insyaallah akhir November mulai jalan,” ujarnya.

Salah satu lini usaha yang akan digarap Kopdes Merah Putih yakni penyediaan gas elpiji 3 kilogram dan pupuk bersubsidi. Beberapa desa bahkan sudah menyiapkan diri menjadi pengecer elpiji berskala kecil.

“Di desa saya, kami mulai dengan 25 tabung gas dulu. Operasionalnya diperkirakan jalan pada pekan kedua November,” jelasnya.

Baca Juga: DPRD Kudus Desak Perbaikan LPJU, Banyak Ruas Gelap Rawan Kejahatan

Ia memastikan keberadaan Kopdes sebagai pengecer gas tidak akan mengganggu pangkalan yang sudah ada. Sebab, seluruh data agen dan pengecer resmi akan disinergikan agar tidak menimbulkan persaingan tidak sehat.

“Setiap pangkalan punya data sendiri, nanti akan disinkronkan supaya tidak tumpang tindih,” tutupnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER