BETANEWS.ID, KUDUS – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kudus, Sandung Hidayat, menyoroti banyaknya ruas jalan di wilayah Kota Kretek yang minim penerangan. Salah satu yang paling mendapat perhatian adalah jalan penghubung antara UIN Sunan Kudus dan Desa Karangbener, yang setiap malam gelap gulita dan dinilai rawan tindak kejahatan.
“Jalan UIN–Karangbener ini ramai dilalui, apalagi malam hari. Tapi karena penerangannya kurang maksimal, sangat berpotensi terjadi kecelakaan maupun aksi kejahatan,” ujar Sandung saat sidak di ruas Jalan UIN Kudus-Karangbener, Jum’at (31/10/2025).
Baca Juga: Banyak Warga Kudus Berharap Kopdes Merah Putih Jalankan Usaha Simpan Pinjam
Sorotan itu muncul setelah viralnya dugaan kasus pembegalan di kawasan tersebut. Meski belakangan diketahui bukan begal sungguhan melainkan rekayasa pertengkaran antarteman, peristiwa itu menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah.
“Walaupun kasus kemarin ternyata bukan pembegalan, tapi ini harus jadi peringatan. Karena faktanya, di Kudus masih banyak jalan gelap yang minim lampu penerangan,” tegasnya.
Menurut Sandung, ruas jalan di timur Universitas Muria Kudus (UMK) merupakan jalan kabupaten yang vital. Selain menjadi akses utama menuju kampus, jalur ini juga menjadi alternatif kendaraan kecil maupun besar dari Pati menuju Jepara atau sebaliknya.
“Volume kendaraan di ruas jalan ini tinggi sekali. Tapi kalau malam gelap, risikonya besar. Bisa memicu kecelakaan atau jadi sasaran pelaku kejahatan,” tambahnya.
Sandung mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). Ia menilai, banyak lampu yang kondisinya redup bahkan mati akibat kurangnya perawatan.
“Kami minta Dishub turun langsung mengevaluasi semua LPJU di Kabupaten Kudus. Jangan cuma di ruas UIN–Karangbener, tapi seluruh Kudus,” katanya.
Selain perawatan, ia juga menyoroti penataan jarak antar lampu yang belum merata di beberapa ruas jalan. Hal itu menyebabkan area tertentu masih gelap, meski secara fisik jalan sudah bagus dan ramai dilalui.
Selain penerangan, Sandung juga menilai perlu adanya pelebaran jalan di beberapa titik padat kendaraan. Ia mencontohkan ruas Gerbang Harapan di Kecamatan Bae yang telah ia dorong pelebarannya satu meter di sisi kanan dan kiri.
“Kalau bisa, lebar jalan dari UIN hingga Karangbener itu idealnya sama dengan jalan provinsi. Karena sekarang masih sempit dan berisiko kalau simpangan kendaraan besar,” jelasnya.
Baca Juga: Kudus Tetapkan Kawasan Wisata Muria Sebagai Prioritas Pembangunan Perdesaan 2022–2026
Politikus partai Gerindra itu menegaskan, Pemkab Kudus harus menindaklanjuti keluhan masyarakat secepatnya. Penerangan jalan bukan hanya soal estetika kota, tapi menyangkut keselamatan dan keamanan warga.
“Warga butuh jalan yang terang, aman, dan nyaman. Jangan tunggu ada kejadian baru bergerak,” tandasnya.
Editor: Haikal Rosyada

