BETANEWS, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memberikan hadiah istimewa pada peringatan Hari Guru Nasional 2025 dengan menghadirkan Tim Advokasi Pendidikan, sebuah unit khusus yang bertugas memberikan pendampingan hukum bagi para tenaga pendidik. Tim ini resmi beroperasi setelah Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menetapkan Keputusan Bupati Nomor 100.3.10/323/2025 pada 21 November 2025.
Bupati Sam’ani menyebut pembentukan tim tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan yang lebih aman dan profesional.
Baca Juga: Dikira Batu, Gading Gajah Purba Berumur 1,5 Juta Tahun Ditemukan di Bukit Patiayam
“Tim Advokasi harus bergerak cepat setiap kali ada persoalan di lingkungan sekolah. Jangan menunggu menjadi besar. Turun ke lapangan, cek fakta, dan berikan dukungan yang dibutuhkan,” ujar Bupati Sam’ani.
Dalam regulasi tersebut, Bupati Kudus memberikan mandat penting kepada tim. Antara lain, memberikan pendampingan hukum kepada guru dan sekolah yang menghadapi persoalan. Menjadi mediator dalam konflik yang melibatkan sekolah, orang tua, maupun masyarakat.
“Serta menggelar edukasi terkait regulasi, sehingga seluruh pihak memahami hak, kewajiban, dan batasan yang berlaku,” bebernya.
Selain itu, tim juga diarahkan untuk melakukan langkah pencegahan. Mereka akan menjalin koordinasi dengan kepolisian, kejaksaan, hingga perangkat daerah agar setiap permasalahan pendidikan dapat diselesaikan secara bijak dan proporsional.
“Kami ingin memastikan para guru tidak bekerja dalam tekanan. Mereka harus merasa aman dalam mengambil keputusan. Dengan adanya tim ini, saya berharap guru bisa fokus penuh pada tugas mendidik,” lanjut Bupati.
Perlindungan terhadap guru juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, saat berkunjung ke Kudus pekan lalu, menyampaikan bahwa kementerian telah menandatangani MoU dengan Polri untuk mencegah kriminalisasi guru serta mendorong penyelesaian kasus melalui pendekatan edukatif.
Ketua PGRI Kabupaten Kudus, Ahadi Setiawan, menuturkan bahwa organisasinya menaungi lebih dari 5 ribu guru dari berbagai jenjang pendidikan. Ia mengingatkan pentingnya pendekatan pembelajaran berbasis kasih sayang.
“Kami selalu mengajak para guru agar mengajar dengan cinta. Perlakukan anak-anak seperti keluarga sendiri karena mereka datang dari latar belakang yang berbeda,” ujarnya.
Baca Juga: Modernisasi Layanan Kesehatan, RS ‘Aisyiyah Hadirkan Teknologi Bedah Katarak Phaco
Ahadi menyambut positif hadirnya Tim Advokasi Pendidikan yang dinilai memberi perlindungan nyata bagi tenaga pendidik.
“Bupati memberikan payung hukum yang jelas. Ada tim advokasi yang siap membantu guru ketika muncul gesekan dengan orang tua. Dengan ini, guru bisa menjalankan tugas tanpa rasa takut karena mereka tahu ada yang melindungi,” katanya. (adv)
Editor: Haikal Rosyada

