BETANEWS.ID, KUDUS – Muhammad Raihan Fardad tampil gemilang bersama pasangannya di partai final ganda putra anak (GAPA), Polytron Bitingan Master 2025. Bersama Irfan Zidane El Abrisam, pasangan dari klub E’france tersebut sukses menumbangkan lawanya dua set langsung, 22-20 dan 21-15.
Ia mengatakan, pertandingan dari awal hingga final berlangsung sengit dan penuh semangat. Raihan mengaku, lawan-lawannya cukup tangguh, persiapan matang selama sebulan membuatnya mampu tampil maksimal.
Baca Juga: PON Bela Diri 2025, Kudus Siap Sambut Ribuan Atlet dari Penjuru Indonesia
“Persiapannya sekitar satu bulan dengan latihan rutin, baik fisik maupun teknik. Lawannya berat-berat, tapi alhamdulillah bisa juara. Senang banget, semoga kejuaraan seperti ini terus diselenggarakan,” ujar Raihan usai pertandingan yang berlangsung di GOR Djarum Kaliputu, Sabtu (4/10/2025).
Raihan sendiri bukan wajah baru di dunia bulutangkis. Ia sudah sering mengikuti berbagai kejuaraan dan kerap menorehkan prestasi di tingkat regional.
Kejuaraan Polytron Bitingan Master 2025 ini menjadi salah satu ajang besar yang mempertemukan para atlet dari berbagai kabupaten di eks Karesidenan Pati. Tercatat, ada 647 peserta dari 112 klub dan sekolah yang ambil bagian, termasuk dari Kudus, Pati, Jepara, Rembang, dan Blora.
Referee atau Pemimpin pertandingan, Yusril Ihza Fahrizal menjelaskan, kejuaraan ini mempertandingkan 18 katagori, mulai dari kelompok usia dini hingga veteran. Menurutnya, ajang tersebut sebagai wadah atlet regional untuk mengembangkan bakatnya.
“Tujuannya ada dua. Pertama, kategori Seneng Minton berfokus pada atlet-atlet di Kudus yang berasal dari ekstrakurikuler sekolah, agar minat dan semangat bermain bulutangkis kembali tumbuh. Kedua, kategori antar klub se-eks Karesidenan Pati untuk membangkitkan regenerasi atlet sejak usia dini,” terang Yusril.
Ia menyebut, klub-klub besar seperti Champions Kudus, E’fran Kudus, Champions Jepara, Warior Rembang, hingga Musfika Blora turut berpartisipasi. Mayoritas finalis berasal dari klub yang menjalankan program latihan intensif pagi dan sore hari.
“Klub yang konsisten dengan latihan rutin biasanya lebih siap secara fisik dan teknik. Itu terlihat dari hasil final hari ini,” tambahnya.
Yusril juga mengatakan, dalam ajang ini atlet PB Djarum tidak turut serta.
Baca Juga: Tundukkan PS Malaka, ASTI Kudus Angkat Trofi Piala Presiden U-15 2025
“Karena kami memberikan kesempatan bagi klub-klub di eks Karesidenan Pati untuk bersaing secara sehat, di luar klub besar seperti PB Djarum,” jelasnya.
Dia menambahkan, pihaknya berkomitmen agar kejuaraan seperti ini terus digelar secara berkelanjutan, baik antar sekolah maupun antar klub. Tujuannya demi menjaga semangat juara dan kesinambungan regenerasi atlet bulutangkis di wilayah Pantura Timur.
Editor: Haikal Rosyada

