31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Mahasiswa UMK Tembus Thailand, Sebarkan Semangat Belajar Bahasa Inggris

BETANEWS.ID, KUDUS – Sembilan mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) sukses menembus batas negara lewat program International Teaching Internship di Thailand. Selama hampir satu bulan, mereka tak hanya mengajarkan bahasa Inggris, tetapi juga menularkan semangat belajar kepada anak-anak di Songkhla, Thailand.

Program yang berlangsung sejak 18 September hingga 13 Oktober 2025 ini menjadi langkah awal UMK dalam mengirimkan mahasiswa ke luar negeri untuk praktik mengajar. Para peserta di antaranya Sholikul Hadi, Ilham Febriyanto, Yusuf Afandi, Adinda Zahra Maharani, Amanda Shofia, Windi Rahma Sasmita, Widya Anggraeni, Desita Clara Ayunni, dan Meilani Avip W.

Baca Juga: Siswa SMA Masehi Kudus Ubah Sampah Jadi Rupiah 

-Advertisement-

Dosen pembimbing lapangan, Mutohar menyebut, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata internasionalisasi kampus dan wujud pengabdian mahasiswa dalam dunia pendidikan global.

“Ini kali pertama kami melaksanakan teaching internship di luar negeri. Mahasiswa kami ditempatkan di beberapa sekolah yang sudah bekerja sama dengan UMK,” jelasnya.

Mutohar menambahkan, pengalaman itu bukan hanya memperluas wawasan mahasiswa, tetapi juga menjadi jembatan kerja sama antar lembaga pendidikan lintas negara. Ia berharap program ini menjadi agenda tahunan UMK dan dikonversikan sebagai nilai akademik mahasiswa.

“Harapan kami setiap tahun ada mahasiswa yang diberangkatkan. Selain menambah pengalaman, kegiatan ini juga bisa dikonversi menjadi nilai magang di semester tujuh,” ujarnya.

Salah satu peserta, Amanda Shofia menceritakan bagaimana pengalaman mengajar di Yannah Wittaya School memberinya pelajaran berharga. Tantangan bahasa dan budaya menjadi hal baru yang harus dihadapi sejak hari pertama.

“Awalnya sempat sulit karena anak-anak belum terbiasa mendengar bahasa Inggris. Tapi saya mencoba mengajar dengan cara yang menyenangkan — lewat alat peraga, musik, dan permainan,” tutur mahasiswi asal Prigi, Kecamatan Gembong, Pati itu.

Amanda menuturkan, interaksi dengan anak-anak membuatnya belajar banyak hal. Selain mengajar, ia juga ikut membantu kegiatan harian siswa seperti membereskan meja belajar, mencuci piring, hingga melatih kedisiplinan.

Baca Juga: Ratusan Santri Al Qaumaniyyah Gelar Doa Bersama untuk Para Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

“Dari mereka saya belajar kesabaran dan cara berkomunikasi tanpa batas bahasa. Ini pengalaman yang tak terlupakan,” ucapnya dengan senyum.

Program International Teaching Internship ini menjadi bukti nyata komitmen UMK dalam mendorong mahasiswa berkiprah di dunia internasional. Lewat pengalaman langsung di lapangan, mereka tak hanya menjadi pengajar, tapi juga duta kecil pendidikan Indonesia di kancah global.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER