31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Buntut Rumah Koordinator MPB Dibakar, Massa Geruduk Polresta Pati

BETANEWS.ID, PATI – Buntut adanya kejadian teror yang menimpa Koordinator Masyarakat Pati Bersatu (MPB), Teguh Istiyanto yang rumahnya dibakar orang tak dikenal (OTK) pada Jumat (3/10/2025) dini hari, massa kemudian menggeruduk Markas Polresta Pati.

Didampingi kuasa hukum mereka, yakni Nimerodin Gulo, massa dari Masyarakat Pati Bersatu meminta kejelasan pelaku penganiayaan Teguh Istiyanto menjelang sidang Pansus pemakzulan Kamis (2/10/2025) kemarin, sekaligus meminta agar pelaku yang membakar rumah pentolan MPB tersebut juga segera ditangkap.

Baca Juga: Rumah Teguh Istiyanto Jadi Sasaran Teror, Dibakar Orang Tak Dikenal

-Advertisement-

”Hari ini sebagian aliansi datang ke Polresta Pati untuk ketemu dengan Pak Kapolresta, sehubungan dengan peristiwa tindak pidana yang terjadi di Gedung DPRD dan kebetulan Pak Kapolresta ada di situ dan korbannya Mas Teguh, dilihat sendiri oleh Pak Kapolresta,” ujar Gulo.

Menurut Gulo, seharusnya Kapolresta sebagai simbol keamanan di Kabupaten Pati harus menegakkan hukum dengan menangkap pelaku penganiayaan.

”Kalau ada pembiaran berarti Pak Kapolresta bisa dianggap gagal di Pati untuk memberikan perlindungan kepada warga Pati. Ini preseden buruk yang dilakukan kapolresta. Kapolresta tidak bisa melindungi warga,” ungkapnya.

Kejengkelan Masyarakat Pati Bersatu juga semakin bertambah usai rumah Teguh Istiyanto dibakar OTK pada Jumat subuh tadi. Menurutnya, tindakan ini terjadi karena Kapolresta Pati tak tegas.

”Dan pada hari ini, tadi Subuh ternyata juga terjadi lagi tindak pidana, dua orang mencoba membakar rumah Pak Teguh. Ini akibat ketidaktegasan pihak keamanan untuk menyikapi peristiwa pidana,” sebutnya.

Ia khawatir, bila rentetan peristiwa ini dibiarkan, tindak kejahatan kepada aktivis Masyarakat Pati Bersatu bakal terus terjadi. Pihaknya pun mendesak Kapolresta Pati untuk menangkap para pelaku.

Baca Juga: Hadir di Pansus, Sudewo Dicecar Pertanyaan soal Mutasi ASN hingga Seleksi Honorer RSUD

”Kalau ini dibiarkan akan terjadi pidana baru. Saya minta Kapolresta datang ke warga, menjemput warga untuk berdialog dan menjelaskan kenapa itu dibiarkan,” ucapnya.

Menurutnya, Kapolresta harus bertindak tegas. “Bagi yang melakukan kekerasan, baik di pihak aliansi maupun yang cinta damai, katanya cinta damai harus ditindaklanjuti tegas. Kalau pihak kepolisian saja di depannya terjadi tindak pidana itu pelecehan terhadap kapolresta,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER