BETANEWS.ID, KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) kembali meneguhkan eksistensinya di level internasional. Pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026, sebanyak 12 mahasiswa asing resmi diterima dari total 1.072 pendaftar yang datang dari berbagai negara.
Jumlah pendaftar tersebut memperlihatkan meningkatnya kepercayaan masyarakat global terhadap mutu pendidikan di UMK, baik dari sisi kualitas akademik, kurikulum, maupun jejaring kerja sama internasional yang telah terbangun.
Baca Juga: Penuhi Saran Pengunjung, RS Mardi Rahayu Bangun Gedung Parkir Berkapasitas 294 Mobil dan 464 Motor
Rektor UMK, Prof. Darsono, menuturkan bahwa kehadiran mahasiswa asing menjadi bukti nyata keberhasilan internasionalisasi kampus. Menurutnya, hal ini sekaligus mencerminkan keseriusan UMK dalam memberikan pelayanan pendidikan berkualitas.
“Kami dengan hangat menyambut mahasiswa asing yang memilih UMK sebagai tujuan studi mereka. Kehadiran mereka tidak hanya memperkuat reputasi internasional kampus, tetapi juga membuka peluang interaksi lintas budaya bagi seluruh civitas akademika,” ungkap Darsono melalui siaran tertulisnya, Rabu (23/9/2025).
Ia menambahkan, UMK berkomitmen memberikan pengalaman akademik dan sosial yang berkesan kepada mahasiswa asing. Oleh karena itu, proses seleksi yang diterapkan dilakukan dengan ketat untuk memastikan mereka benar-benar siap mengikuti perkuliahan.
Seleksi tersebut tak hanya menilai aspek akademik, tetapi juga kemampuan berbahasa, kesiapan beradaptasi, hingga komitmen untuk menyelesaikan studi. Tingginya jumlah pendaftar dibandingkan dengan kuota yang diterima menunjukkan besarnya minat sekaligus kualitas standar yang diterapkan UMK.
“Seleksi ini memang kami rancang agar mahasiswa asing yang diterima benar-benar bisa berprestasi, mampu menyesuaikan diri, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan kampus,” tegasnya.
Baca Juga: Sidak Dapur MBG, Wabup Kudus Bellinda Temukan Banyak Kekurangan
Selain dukungan akademik, UMK juga menyiapkan pendampingan bagi mahasiswa asing melalui program pengenalan budaya, penguatan jejaring internasional, hingga fasilitas yang mendukung adaptasi mereka di Kudus.
“Dengan capaian akreditasi Unggul, UMK dituntut menghadirkan dampak yang lebih luas, bukan hanya secara nasional, tetapi juga di level global. Itulah yang terus kami upayakan,” imbuh Rektor.
Editor: Haikal Rosyada

