31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Permintaan Pasar Kian Tinggi, Peternak Domba di Kudus Kian Bergairah

BETANEWS.ID, KUDUS – Ternak domba di Kabupaten Kudus beberapa tahun terakhir mulai bergeliat. Banyaknya warung sate dan gulai yang beralih menggunakan daging domba, menjadikan permintaan terus meningkat. Bahkan beberapa kepala desa di Kudus juga mulai menekuni beternak domba.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus, Arin Nikmah membenarkan bahwa beberapa tahun terakhir tren beternak domba di Kota Kretek meningkat. Hal tersebut dikarenakan permintaan pasar juga cukup meningkat.

Baca Juga: 17 Dapur MBG di Kudus Beroperasi, Total Jumlah Serapan Baru 56.935 Anak 

-Advertisement-

“Beberapa tahun terakhir, banyak rumah makan yang menyajikan olahan daging kambing seperti sate dan gulai itu beralih menggunakan daging domba. Sehingga permintaan akan daging domba pun meningkat,” ujar Arin kepada Betanews.id di ruang kerjanya, belum lama ini.

Arin menuturkan, hingga semester pertama 2025 populasi domba di Kabupaten Kudus kurang lebih ada 16 ribu ekor. Jumlah tersebut mengalami peningkatan populasi hingga seribu ekor dibanding tahun sebelumnya.

“Beberapa tahun terakhir tren beternak domba di Kudus mengalami peningkatan. Jika kami amati kenaikan tiap tahun itu antara 800 sampai seribu ekor,” bebernya.

Menurutnya, ada dua indikasi peningkatan peternak domba di Kudus. Pertama, peternak kambing beralih ke domba, sementara kedua adalah pembudidaya baru.

“Untuk saat ini jumlah peternak domba di Kudus ini kurang lebih ada 1.100 orang. Terdiri ada yang pembibitan, penggemukan dan domba kontes,” ungkapnya.

Arin menuturkan, potensi keuntungan beternak domba ini sangat terbuka lebar. Harga jual domba non kontes mungkin lebih rendah dari pada kambing, tetapi perputaran uangnya lebih cepat, apalagi pangsa pasarnya adalah warung sate dan gulai..

“Untuk penggemukan domba, dua atau tiga bulan sudah bisa panen. Sehingga lebih cepat dapat cuannya dibanding kambing yang hampir butuh waktu satu tahun untuk pembesaran dan penggemukan,” jelasnya.

Selain itu, tutur Arin, perawatan domba lebih mudah dibanding kambing. Dan tentu akan lebih mudah diadopsi oleh para peternak-peternak baru.

“Modal.untuk beternak domba juga relatif terjangkau dibandingkan kambing. Baik dari beli bibit, pembuatan kandang dan pakan,” ssbutnya.

Baca Juga: Sarat Makna Spiritual dan Sosial, Tradisi Guyang Cekathak Diupayakan Jadi WBTb

Meski begitu, Arin berpesan kepada masyarakat agar tak ikutan fomo beternak domba. Untuk terjun beternak domba harus tahu dulu pangsa pasarnya, agar jelas penjualanya ketika panen. Selain itu juga harus telaten merawat domba.

“Untuk perawatan domba, kami dari Dispertan Kudus bisa melakukan pendampingan. Namun, untuk pasar domba, biasanya oleh peternak masing-masing,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER