Modal Coba-coba, Bisnis Box Seserahan Milik Khamdi Jepara Cuannya Menguntungkan

BETANEWS.ID, JEPARA – Tumpukan box seserahan siap kirim menghiasi teras rumah milik Muhammad Khamdi (36), Warga RT 7 RW 3 Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.  

Usaha yang baru dijalankan Khamdi sekitar dua tahun lalu tersebut, berawal dari coba-coba melihat tingginya peluang usaha produksi box seserahan. 

Baca Juga: Buahnya Fresh dari Petani, Kedai Seneng Buah Muria Selalu Ramai Pembeli

-Advertisement-

Khamdi bercerita, sebelum memulai usaha box seserahan yang ia produksi sendiri, tadinya ia hanya reseller produk serupa namun terbuat dari bahan yang berbeda. 

Karena persaingan harga yang semakin tidak terkendali, Khamdi kemudian memutuskan untuk memproduksi sendiri box seserahan pernikahan. 

“Mulai usaha ini sekitar dua tahunan. Waktu itu paska covid cari kerja susah, jadi saya inisiatif, dulu saya kerja, sudah punya pengalaman akhirnya terjun aja langsung bikin usaha, alhamdulillah sampai sekarang bisa berjalan,” katanya pada Betanews.id saat ditemui di kediamannya, Sabtu (20/9/2025). 

Agar produksi box seserahan miliknya bisa bersaing di pasaran, Khamdi mencoba mengembangkan produksi box seserahan yang berbeda dengan box seserahan yang juga banyak diproduksi di sekitar tempat tinggalnya. 

Berbekal basik yang ia miliki sebagai tukang kayu, Khamdi mengembangkan produksi box seserahan miliknya dengan berbahan kayu. Untuk tutupnya, ia memiliki dua varian, yaitu berbahan mika dan akrilik. 

“Rata-rata itu kan bahannya dari kardus, ini saya dasarnya pakai kayu, kemudian bingkainya pakai bingkai frame, ada ukirannya juga. Jadi idenya memang cari ide baru yang sekiranya belum banyak orang bikin,” jelasnya. 

Sejak awal merintis usaha sampai saat ini, Khamdi mampu mempekerjakan sekitar 10 orang karyawan yang didominasi anak-anak muda. Mereka merupakan tetangga di sekitar rumah Khamdi. 

Karyawan laki-laki difokuskan pada bagian pengolahan kayu, mulai dari proses pemotongan, perakitan, hingga berbentuk box siap pakai. Sementara karyawan perempuan bertugas untuk menghias box seserahan. 

Selain memproduksi box seserahan, Khamdi juga mengembangkan usahanya pada pembuatan mahar pernikahan. Untuk produksi tersebut, pembeli disediakan dua pilihan, menggunakan design costum atau design sendiri. 

“Produknya ada dua, (box) seserahan pernikahan sama mahar. Total karyawan saat ini ada 10, dan alhamdulillah bisa memperdayakan tetangga-tetangga di sekitar rumah,” ujarnya. 

Untuk pemasaran, sejak awal Khamdi mengaku memasarkan produknya secara online melalui marketplace yang tersedia. 

Khamdi bercerita ia saat ini juga sedang mencoba fitur live di beberapa aplikasi marketplace. Usaha tersebut, selain untuk memperluas jangkauan penjualan produknya juga untuk memberikan tambahan penghasilan bagi karyawan yang bersedia live streaming. 

“Untuk penjualan, terjauh bisa sampai Sumatera. Karena jualnya online, jadi tiap hari tetap produksi. Sebulan rata-rata produksi sekitar 2-3 ribu barang,” sebutnya. 

Baca Juga: Rasa Asli Bandung, Somay & Batagor di Jepara Ini Selalu Diserbu Pembeli

Untuk harga, Khamdi mengatakan satu paket box seserahan berisi empat jenis dengan berbagai ukuran ia jual dengan harga sekitar Rp250 ribu untuk tutup mika dan Rp750 ribu untuk tutup berbahan akrilik. 

Sementara untuk mahar pernikahan, ia jual sekitar Rp150-400 ribu, menyesuaikan design dan bahan yang dipilih.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER