BETANEWS.ID, PATI – Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi menyebut, bahwa pihaknya telah mendeteksi terkait adanya indikasi gangster pelajar yang mau digerakkan oleh oknum, untuk melakukan aksi demo rusuh.
“Di Pati pun, ada geng sekolah-sekolah yang mereka disinyalir akan digunakan oleh oknum-oknum untuk melakukan aksi yang sama (demo rusuh), ” ujar Kapolresta usai mengikuti rapat Forkopimda cipta kondisi di Pendapa Kabupaten Pati, Senin (1/9/2025).
Baca Juga: Doakan Keselamatan Bangsa, Ribuan Siswa Madrasah Salafiyah Kajen Gelar Istighosah
Namun, katanya, pihaknya sudah mendeteksi hal itu dan sudah sudah mengetahuinya. Katanya, pola-pola yang memanfaatkan geng pelajar seperti itu sudah dilakukan mitigasi.
Pihaknya pun menyebut, sudah melakukan edukasi ke sekolah-sekolah yang ada di Pati. Baik itu tingkatan SMP, SMA dan SMK.
“Tadi pagi semua polisi sudah ke sekolah-sekolah dari, SMA, SMP maupun SMK, untuk memberikan sosialisasi agar siswa tidak terprovokasi untuk ikut aksi yang anarkis, ” imbuhnya.
Jaka menyebut, kerusuhan yang terjadi waktu belakangan ini juga didalangi oleh kelompok gangster. Menurutnya, para gangster ini memanfaatkan pelajar yang masih labil.
”Gangster jadi itu pola-pola gerakan-gerakan di daerah yang sudah pecah. Mereka menggunakan anak sekolah sebagai mobilisasi massa melakukan kegiatan anarki. Merusak, membakar dan lainnya,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Ia pun menilai ada gerakan di Kabupaten Pati yang mengarah ke sana. Pihaknya pun sudah membaca dan mencoba mencegah gerakan tersebut. Sehingga tidak ada kerusuhan di Bumi Mina Tani.
Lebih lanjut ia sampaikan, dalam rapat kali ini, menurutnya juga sebagai bentuk menyikapi situasi regional maupun nasional, di mana terjadi kericuhan dalam demo di beberapa wilayah. Kapolresta Pati berharap kondisi tersebut tak terjadi di Kabupaten Pati.
Baca Juga: Ratusan Warga Pati Bergerak ke Jakarta, Desak KPK Tetapkan Bupati Sudewo jadi Tersangka
”Kita sama-sama mempunyai niat baik mempunyai komitmen untuk sama-sama memiliki kepedulian untuk menjadi Pati yang kondusif,” ucapnya.
Ia juga menaruh harapan kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan ajakan di media sosial untuk menggelar demo.
Editor: Haikal Rosyada

