BETANEWS.ID, PATI – Ratusan warga Kabupaten Pati berbondong-bondong menuju Jakarta. Dengan menumpangi 10 bus, mereka berangkat dari posko Masyarakat Pati Bersatu yang berada tepat di depan Kantor Bupati Pati, Sabtu (31/8/2025) siang. Tujuan mereka, yakni menggelar aksi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar Bupati Pati, Sudewo, segera ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Koordinator aksi, Teguh Istiyanto menyebut, jumlah massa yang ikut berangkat mencapai ratusan orang.
Baca Juga: Warga Pati Siapkan 10 Bus untuk Demo ke Jakarta, Desak KPK Tetapkan Sudewo Tersangka
“Total peserta ada 500 peserta. 1 busnya ada 50 orang,” ujar Teguh.
Teguh menegaskan, aksi ini murni sebagai aksi damai. Mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi langsung kepada pimpinan KPK.
“Kita aksi damai bukan aksi rusuh. Kita mau menemui pimpinan KPK supaya bisa mendengar aspirasi kami. Kami mohon dari Pak Presiden Prabowo, Pak Kapolri dan Pak Panglima TNI untuk mengamankan kami. Karena kami datang bukan untuk bikin kerusuhan tapi hanya untuk menyampaikan aspirasi,” ucapnya.
Ia menjelaskan, fokus aksi hanya di Gedung KPK. Tidak ada agenda lain selain mendesak penetapan status tersangka terhadap Bupati Sudewo.
“Tuntutan agar KPK segera menetapkan Pak Sudewo sebagai tersangka. Karena ini kasus korupsi. Supaya tidak preseden buruk dan efek jera dan Pak Sudewo sendiri bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ungkapnya.
Selain rombongan dari Pati, Teguh menyebut ada massa tambahan yang sudah berada di Jakarta. Jumlahnya diperkirakan ratusan orang.
Baca Juga: Pasca-Tragedi Ojol Meninggal saat Demo DPR, Kapolresta Imbau Warga Pati Jaga Kondusivitas
“Kita koordinasi juga dengan warga Pati di Jakarta. Tapi kita tidak tahu jumlah mereka berapa. Menurut informasi jumlahnya 600. Tapi karena kondisi di Jakarta seperti itu, mereka ikut tapi dengan damai,” ucapnya.
Dengan semangat yang sama, warga Pati yang dikenal berasal dari daerah berjuluk Bumi Mina Tani itu bertekad menyuarakan tuntutannya langsung di depan Gedung Merah Putih KPK, Senin (1/9/2025) pagi.
Editor: Haikal Rosyada

