Harga Kopi Anjlok, Petani Pati Pilih Simpan dan Olah Jadi Kopi Siap Seduh

BETANEWS.ID, PATI – Harga kopi di Pegunungan Muria tengah mengalami penurunan drastis. Hal ini membuat para petani mengeluh dan mencari cara baru untuk tetap bertahan.

Salah satu strategi yang kini banyak dijalankan adalah mengolah biji kopi menjadi produk siap seduh yang lebih bernilai.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan di Pati, Polisi Tetapkan Satu Orang Sebagai Tersangka

-Advertisement-

Sumiati, petani kopi di Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Pati mengungkapkan betapa beratnya situasi saat ini.

“Padahal sebelumnya bisa mencapai Rp80 ribu per kilogramnya,” ujar Sumiati, saat menjelaskan harga kopi saat ini hanya berkisar Rp40 ribu per kilogram.

Menurutnya, anjloknya harga ini dipicu oleh panen raya yang terjadi bersamaan di berbagai daerah, termasuk Brazil sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar dunia.

“Penurunan harga kopi itu sudah terlihat sejak pertengahan Agustus hingga September ini,” tambahnya.

Selain itu, permintaan ekspor yang menurun juga turut menjadi faktor penyebab harga kopi lokal ikut merosot.

Meski begitu, permintaan kopi dari pasar lokal masih cukup tinggi, sehingga harga tidak langsung jatuh bebas. Sumiati pun menyebut, berbagi strategi kini banyak diterapkan para petani.

“Saat ini petani biasanya memilih untuk menyimpan dulu. Kalau permintaan tinggi atau harga mulai naik baru dijual secara bertahap, tergantung kebutuhan, ” ungkapnya.

Lebih menariknya lagi, banyak petani kini memilih mengolah kopi mereka menjadi produk siap seduh dalam kemasan. Cara ini dianggap efektif untuk meningkatkan nilai jual kopi mereka. Harga kopi siap seduh per kilogram bahkan bisa mencapai Rp 150 ribu.

“Kalau setengah kilo biasanya Rp 80 ribu sementara seperempat kilo dihargai Rp 40 ribu. Tergantung jenis dan cara pengolahannya juga,” jelas Sumiati.

Tidak hanya itu, para petani pun mulai memanfaatkan penjualan online melalui marketplace, memperluas jangkauan pemasaran mereka tanpa harus bergantung pada pasar tradisional.

Baca Juga: Hardi Sebut Akan Usulkan Pemecatan Sudewo Sebagai Bupati Pati

Meski berinovasi, para petani kopi tetap berharap ada perhatian serius dari pemerintah.

“Tentu kami berharap ada perhatian dari pemerintah terutama dalam menstabilkan harga kopi. Sehingga setiap panen raya kopi, para petani tidak kebingungan dan tetap bisa mereguk keuntungan,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER