31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Wisata Colo Sumbang PAD Kudus Sektor Pariwisata Hingga Rp1,12 Miliar

BETANEWS.ID, KUDUS – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kudus sektor pariwisata belum sampai 50 persen di semester pertama 2025. Hingga Juli, total keseluruhan PAD baru terkumpul Rp2,01 miliar atau 47,34 persendari targetnya Rp4,25 miliar di tahun ini.

Obyek Wisata Colo hingga semester pertama ini masih menjadi penyumbang terbesar dari total pendapatan tersebut. Sebanyak Rp1,12 miliar atau 53,07 persen sudah terkumpul.

Capaian tersebut menjadi capaian terbesar, baik dari tempat wisata, penginapan, maupun retribusi parkir di wilayah Kabupaten Kudus yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Untuk wisata lain, Museum Kretek misalnya, telah mencapai Rp106 juta atau 42,86 persen dari target Rp249 juta.

-Advertisement-

Baca juga: Bakal ada Kereta Gantung di Colo Muria, Disbudpar Kudus Siapkan Data untuk Tarik Investor

Lalu wisata water park arus air baru capai 29,17 persen atau Rp86 juta dari targetnya Rp296 juta, ember tumpah capai Rp35 juta atau 23,75 persen dari targetnya Rp150 juta. Selain itu untuk tempat penginapan dari Graha Muria Colo, pondok wisata Colo, dan villa Colo capai Rp182 juta atau 57 persen dari targetnya Rp319 juta.

Sementara untuk tempat parkir baik di area Colo maupun Museum Kretek baru capai Rp188 juta atau 40,38 persen dari target sebesar Rp468 juta. Sedangkan untuk pendapatan aset daerah terkumpul Rp192 juta atau 43,25 persen dari target Rp445 juta.

Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah menyampaikan, meski persentase belum sampai menyentuh 50 persen, pihaknya optimistis bisa mengejar target yang sudah ditetapkan. Berbagai upaya dilakukan untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan demi capaian PAD Sektor pariwisata di tahun ini.

“Termasuk salah satunya adalah mempromosikan ke media sosial, membangun jejaring dengan daerah lain, berkoordinasi dengan Disdikpora agar siswa Kudus dapat berkunjung ke wisata seperti Museum Kretek, serta menggelar even tingkat nasional,” tuturnya.

Di sisi lain, kata dia, beberapa destinasi wisata yang perlu diperbaiki dari segi sarana prasarana (sarpras) juga dilakukan untuk membuat pengunjung nyaman. Terlebih pembayaran menggunakan Qris di berbagai titik saat ini juga belum maksimal.

“Karena kendalanya masyarakat masih banyak yang belum mempunyai m-banking. Ada juga yang masih mikir ribet karena pembayaran sedikit harus menggunakan Qris,” jelasnya.

Baca juga: 34.000 Wisatawan Kunjungi Kudus saat Libur Lebaran

Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah, menjelaskan pihaknya terus mendorong peningkatan kunjungan ke destinasi wisata unggulan, termasuk Colo, melalui promosi di media sosial, membangun jejaring dengan daerah lain, serta menggelar even bersama di tingkat nasional.

“Di sisi lain, kami melakukan perbaikan sarana dan prasarana yang rusak agar pengunjung tetap nyaman. Kami juga optimis dalam sisa lima bulan ini target masih bisa dikejar,” ujarnya.

Selain itu, faktor adanya larangan rekreasi ke luar daerah juga menjadi alasan. Sebab beberapa destinasi wisata Kudus, terdapat banyak wisatawan dari luar kota.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER