BETANEWS.ID, KUDUS – Proses perataan lapangan Stadion Wergu Wetan, yang digadang-gadang jadi homebase Persiku Kudus, mulai dikerjakan Jumat (1/8/2025) dengan metode top greasing. Proses ini dilakukan secara manual tanpa alat untuk meratakan permukaan lapangan yang bergelombang.
Pengerjaan perataan lapangan dengan pasir itu, ditargetkan rampung dalam waktu tujuh hari, atau lebih tepatnya Jumat pekan depan.
Baca Juga: Fogging Tak Efektif Tanggulangi DBD, Wabup Kudus Tekankan Edukasi 3M ke Warga
Koordinator pengerjaan lapangan, Supar mengatakan, top greasing dilakukan agar permukaan lapangan dapat merata. Menurutnya, permukaan lapangan akan diratakan menggunakan pasir sungai setebal dua centimeter.
Dia memperkirakan, dengan luas lapangan dan tebal perataan 2 centimeter itu minimal membutuhkan 80 kubik pasir. Di mana hal itu agar lapangan yang saat ini belum rata bisa lebih baik dan bisa diharapkan bisa lolos verifikasi menjadi homebase Persiku.
“Kebutuhan pasir minimal 80 kubik jenis pasir kali. Bagian yang tinggi akan dikupas dulu sebelum diratakan,” jelasnya.
Delapan pekerja terlibat dalam pengerjaan, dibantu petugas dari Dinas PUPR Kudus. Seluruh pekerjaan dilakukan manual karena tidak tersedia mesin khusus di lokasi. Selain perataan, tahap pemupukan dan pengobatan rumput juga segera dilakukan dalam waktu dekat.
“Mungkin besok sudah dilakukan pengobatan dan pemupukan. Setelah itu baru pemotongan rumput,” ungkapnya.
Pembuatan pola lapangan juga direncanakan langsung digarap setelah proses top greasing selesai. Ia menuturkan, karena rumput di Stadion Wergu Wetan adalah rumput liar, sehingga pola yang akan dibuat adalah garis biasa atau tidak pola yang sulit seperti kotak-kotak.
Baca Juga: Sering Kebanjiran dan Atap Bocor, Dua Kelas di SD 1 Mejobo Kudus Direnovasi
Di sisi lain, springkel yang rencananya akan dipasang di 32 titik, kini baru terpasang 24 titik di tengah lapangan. Sisanya, kata dia, masih menunggu proses pemerataan lapangan, terutama di belakang gawang atau di luar lapangan.
“Pinggir lapangan belum dipasang springkel karena mau dikupas dulu. Nanti kalau sudah rata baru dipasang semuanya,” tuturnya.
Editor: Haikal Rosyada

