31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Dalam Sehari Dua Gudang Gula Tumbu di Kandangmas Kudus Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

BETANEWS.ID, KUDUS – Musim kemarau disertai angin kencang memicu rentetan kebakaran di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe. Dalam waktu kurang dari 24 jam, dua gudang penggilingan tebu di desa yang dikenal sebagai sentra home industri gula tumbu ini ludes terbakar.

Kebakaran pertama terjadi pada Kamis (14/8/2025) malam sekitar pukul 19.30 WIB di gudang milik Siswanto (43), warga Dukuh Masin RT 2 RW 15. Api diduga berasal dari tungku pawon sisa aktivitas sore hari yang belum sepenuhnya padam. Api cepat membesar karena menyambar tumpukan slamper atau ampas tebu kering, bahan bakar utama pembuatan gula merah.

Warga setempat sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum akhirnya dibantu petugas Damkar BPBD Kudus, Satpol PP, Polsek Dawe, dan tim pemadam dari PT Sukun. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB. 

-Advertisement-

Baca juga: Perbaikan Jalan Kudus-Purwodadi Masih Berlangsung, 100 Segmen Sudah Dibongkar

Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian ditaksir mencapai Rp80 juta. Kerugian di antaranya meliputi bangunan gudang dan ampas tebu yang terbakar.

Keesokan harinya, Jumat (15/8/2025) sekitar pukul 09.30 WIB, kebakaran kembali melanda gudang penggilingan tebu milik Wartono (49) di Dukuh Masin RT 4 RW 14. Saksi yang merupakan karyawan gudang melihat api muncul dari tumpukan ampas tebu saat proses penggilingan berlangsung. Meski karyawan sempat memadamkan tungku dan memindahkan gula yang sudah jadi, angin kencang membuat api cepat merembet dan sulit dikendalikan.

Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 11.30 WIB, setelah petugas pemadam dan warga bekerja sama memadamkan. Kerugian akibat kebakaran gudang kedua ini diperkirakan mencapai Rp40 juta.

Kapolsek Dawe AKP Budianto mengungkapkan, Desa Kandangmas memang memiliki banyak UMKM atau home industri pengolahan gula tumbu, yang bahan bakarnya berasal dari ampas tebu kering. Menurutnya, kondisi musim kemarau dan angin kencang membuat percikan api dari tungku pawon mudah menyambar dan memicu kebakaran.

“Pawon biasanya masih menyisakan api dari proses pemasakan gula. Percikan api terbawa angin hingga mengenai slamper. Inilah yang sering menjadi penyebab kebakaran,” ujarnya.

Baca juga: Hindari Kemacetan, Pengecoran Jalan Kudus-Purwodadi Dilakukan Malam Ini

Menyikapi dua kejadian beruntun ini, pihak kecamatan, Polsek Dawe, Danramil, dan para kepala desa di Kecamatan Dawe telah menggelar rapat koordinasi. Pihaknya mendorong setiap desa membentuk unit pemadam skala kecil untuk penanganan awal kebakaran.

“Kalau hanya mengandalkan mobil pemadam besar, jangkauannya agak jauh. Desa bisa memodifikasi kendaraan operasional untuk antisipasi awal, terutama di musim kering,” tegasnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER