BETANEWS.ID, KUDUS – Pengerjaan perbaikan Jalan Kudus-Purwodadi mulai memasuki tahap pengecoran. Rencananya pengecoran dalam rangka perbaikan jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi itu dilakukan mulai malam ini untuk meminimalisir kemacetan lalu lintas.
Mengingat jalan tersebut merupakan jalan utama menghubungkan dua kabupaten, antara Kudus dengan Purwodadi.
Baca Juga: Demo Besar di Pati, Polres Kudus Dirikan Posko Penyekatan Perbatasan
Pelaksana CV Guna Karya Putra, Johan Wahyudi menyampaikan, hari ini mulai dilakukan pengecoran di dua titik antara di Desa Tanjungkarang dan Undaan Lor. Menurutnya, pengecoran jalan itu sepanjang 50 meter dengan mutu beton FS45, yang memiliki tingkat kekentalan optimal.
“Pengecoran kami lakukan malam hari untuk menghindari padatnya lalu lintas. Pengaturan jalan sudah cukup baik, tapi pada jam-jam tertentu tetap terjadi kepadatan kendaraan. Dengan pengecoran malam, gangguan lalu lintas bisa diminimalkan,” katanya.
Selain pengecoran badan jalan, hari ini pihaknya juga mulai menangani kerusakan bahu jalan yang dinilai membahayakan pengguna jalan. Sebab, beberapa pengguna jalan, utamanya kendaraan roda dua menerobos bahu jalan hingga keadaanya dinilai membahayakan.
“Ada beberapa pengendara yang sempat terjatuh di area pengerjaan, meski tidak parah. Karena itu, bahu jalan yang rusak mulai kami perbaiki,” terangnya.
Baca Juga: Cegah Pelanggaran, Apindo Kudus Bahas Strategi Adaptasi Regulasi Ketenagakerjaan
Pekerjaan perbaikan jalan ini dilakukan secara running di berbagai titik. Saat ini, pembongkaran jalan telah mencapai hampir 100 segmen dari total 403 segmen yang menjadi target. Titik perbaikan terpanjang berada di Desa Undaan Lor, sepanjang 212 meter, dan pekerjaan akan terus berlanjut hingga Desa Lambangan.
“Kami memprioritaskan titik-titik dengan lalu lintas padat seperti Tanjungkarang agar segera selesai. Secara teknis tidak ada kendala, tapi faktor cuaca, terutama genangan air saat hujan, menjadi tantangan terbesar,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

