BETANEWS.ID, JEPARA – Setelah selesai mengunjungi 16 desa yang menjadi lokasi pelaksanaan program Bupati Jepara Ngantor di Desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berencana untuk melanjutkan program tersebut.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan setelah meyelesaikan tahap pertama, ia berencana untuk membuat program Bupati Jepara Ngantor di desa tahap kedua.
Program tersebut pertama kali di-launching oleh Bupati Jepara pada Selasa, (15/4/2025) di Balai Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo. Program tersebut dijalankan setiap satu minggu sekali di Desa yang ditunjuk untuk menjadi perwakilan dari 16 kecamatan di Kabupaten Jepara.
Baca juga: Terbukti Merundung, Buruh di Jepara yang Lakban Mulut Temannya Akhirnya di PHK
Adapun desa terakhir yang dikunjungi yaitu Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan pada hari ini, Kamis (24/7/2025).
“Ini Alhamdulillah putaran terakhir, nanti kita akan lakukan evaluasi dari kegiatan Ngantor di Desa. Nanti yang kedua kita akan sesuaikan lagi sesuai yang dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya saat ditemui usai kegiatan Bupati Ngantor di Desa Krapyak.
Evaluasi tersebut ia mengatakan salah satunya terkait rangkaian kegiatan dari program tersebut. Namun bagaimana konsep dari program Bupati Jepara Ngantor di Desa Tahap kedua nantinya, ia mengaku masih akan dilakukan pembahasan lebih lanjut.
“(Konsepnya) kita belum tahu, masih akan kita rapatkan lagi, apakah masih seperti ini, atau seperti apa, nanti akan kita konsepkan dulu menyesuaikan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Bantuan Beras 20 Kg di Jepara Akhirnya Cair, Sasar 92.765 Warga
Kemudian terkait lokasi pelaksanaan, apakah nantinya sama seperti pelaksanaan di tahap pertama, ia mengaku juga belum bisa memutuskan.
Namun diperkirakan, program Bupati Jepara Ngantor di Desa pada tahap kedua nantinya akan dilakukan kolaborasi antara Pemkab Jepara dengan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara.
“Lokasinya kita akan godok dulu, karena akan kita sinkronkan dengan dewan, sehingga kemungkinan namti per dapil. Tapi kita belum menentukan formulanya,” pungkasnya.
Editor: Suwoko

