BETANEWS.ID, KUDUS – SMP Negeri 4 Bae kembali kekurangan siswa baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026. Kondisi ini bukan kali pertama terjadi, bahkan sudah menjadi tren tahunan di sekolah yang berada di wilayah timur Kecamatan Bae tersebut.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Sulikatin mengatakan, setidaknya pihak sekolah setiap ajaran baru menyediakan sebanyak delapan rombongan belajar (rombel) berisi 256 siswa. Meski begitu, kuota yang telah disediakan selalu tak terpenuhi alias selalu kekurangan.
Baca Juga: Tiga SMP Negeri di Kudus yang Kekurangan Siswa Ajukan Perpanjangan Pendaftaran Sekolah
Tahun ini misalnya, pendaftar di sana ada 203 siswa dan tahun sebelumnya ada 240 siswa. Sedangkan untuk lulusan di tahun ini ada sebanyak 209 siswa.
“Setiap tahun kami sebenarnya membuka delapan rombel, tapi yang terpenuhi rata-rata hanya tujuh kelas. Tahun lalu juga begitu,” bebernya saat ditemui di sekolah, Selasa (1/7/2025).
Menurutnya, faktor lokasi menjadi salah satu penyebab rendahnya minat siswa. SMP 4 Bae berada di ujung timur Kecamatan Bae dan berdekatan dengan beberapa sekolah swasta, seperti MTs Hasyim Asy’ari dan SMP IT NU Al Islam. Kondisi ini ditambah dengan keterbatasan akses transportasi dari daerah sasaran seperti Kecamatan Dawe.
“Target sasaran sekolah ini sebenarnya siswa dari wilayah Dawe, tapi transportasi ke sekolah kami cukup jauh. Ini turut memengaruhi minat pendaftar,” ungkapnya.
Untuk memenuhi kuota itu, katanya, sudah bersurat ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) untuk mengajukan pendaftaran offline karena daya tampung belum terpenuhi. Hingga kini pihaknya masih menunggu apakah surat itu disetujui atau tidak.
“Walaupun tidak disetujui, sebenarnya jumlah siswa tahun ajaran baru nantinya itu sudah cukup. Tapi karena sekolah kami ada 24 ruang kelas, sehingga setiap tingkatan tersedia delapan ruang kelas,” tuturnya.
Sulikatin menambahkan, tahun ini pendaftar didominasi berasal dari jalur domisili, ada sebanyak 102 siswa, prestasi 95 siswa, afirmasi 6 siswa, dan tidak ada pendaftar dari jalur mutasi.
“Kami berharap dengan adanya perpanjangan pendaftaran offline ini bisa menambah siswa untuk bersekolah di sini. Sehingga kuota yang tersedia bisa terpenuhi,” harapnya.
Baca Juga: Antusiasme Hari Pertama Daftar Ulang Calon Murid SMP di Kudus Tinggi
Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho menambahkan, sekolah yang mengalami kekurangan pada SPMB 2025 akan dikumpulkan dan diajak rapat. Menurutnya, rapat tersebut untuk menyamakan teknis mengenai perpanjangan pendaftaran sekolah secara offline.
“Jadi paling cepat, besok siang setelah rapat bisa dimulai. Perpanjangan pendaftaran rencananya dilakukan 3-4 hari dan tanggal 7 Juli sudah selesai,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

