31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Seluruh Desa di Kudus Bakal Diguyur Bantuan Rp 100 Juta dari Pemkab, Ini Peruntukannya

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berkomitmen menyelesaikan persoalan sampah hingga ke tingkat desa. Komitmen ini akan direalisasikan dengan memberikan bantuan keuangan (bankeu) sebesar Rp 100 juta kepada setiap desa di Kota Kretek.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan bahwa bantuan tersebut akan diberikan pada tahun 2026 dan difokuskan untuk mendukung pengelolaan sampah di masing-masing desa.

Baca Juga: Awalnya Sempat Tegang dan Mental Terguncang, Yola Menang Dramatis di Final Panahan Recurve U-18

-Advertisement-

“Untuk menangani persoalan sampah, kami akan memberikan dukungan kepada desa-desa berupa bantuan keuangan. Masing-masing desa akan menerima Rp 100 juta,” ujar Sam’ani saat meninjau Pusat Pengolahan Organik di Djarum Oasis Kretek Factory belum lama ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana, menambahkan bahwa bantuan keuangan ini merupakan aspirasi langsung dari Bupati. Saat ini, seluruh desa di Kabupaten Kudus sudah mulai menyusun proposal pengajuan bantuan tersebut.

“Bantuan ini direncanakan cair pada tahun 2026. Prioritas penggunaannya adalah untuk pengelolaan sampah sesuai kondisi masing-masing desa,” ujar Famny saat dihubungi, Senin (7/7/2025).

Famny menjelaskan, implementasi dana nantinya akan menyesuaikan kebutuhan dan kesiapan infrastruktur pengelolaan sampah di tiap desa. Kondisi di lapangan memang beragam, ada desa yang sudah memiliki TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle), ada yang baru memiliki TPS (Tempat Penampungan Sementara), bahkan ada yang belum memiliki fasilitas sama sekali.

“Desa yang belum punya TPS bisa menggunakan dana ini untuk membangun gudang atau fasilitas dasar terlebih dulu. Sementara desa yang sudah memiliki TPS namun belum memiliki sarana pendukung seperti kendaraan pengangkut, bisa memanfaatkan dana tersebut untuk pengadaan alat,” terangnya.

Ia berharap, dengan adanya bantuan ini, persoalan sampah bisa ditangani lebih optimal dari level paling bawah. Selain itu, Famny menekankan pentingnya edukasi dan penerapan pemilahan sampah dari sumbernya, sebagaimana sering ditekankan oleh Bupati Kudus.

Baca Juga: Berburu Keberkahan Sunan Kudus, Ribuan Bungkus Nasi Jangkring Ludes dalam Hitungan Jam

“Kalau masyarakat mulai terbiasa memilah sampah sejak dari rumah, maka sampah tidak akan menjadi persoalan besar lagi. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos oleh PT Djarum, sedangkan sampah bernilai ekonomis bisa dijual,” ungkapnya.

Adapun sampah residu akan dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) atau dimusnahkan menggunakan insinerator. Beberapa desa bahkan sudah menerima bantuan mesin pembakar sampah dari PT Djarum.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER