Obat ARV Diganti, Ratusan ODHA di Pati Alami Efek Samping Mual hingga Gatal-Gatal

BETANEWS.ID, PATI – Pergantian obat Antiretroviral (ARV) yang dilakukan secara massal di Kabupaten Pati memicu keluhan dari ratusan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Tak sedikit dari mereka yang mengaku mengalami berbagai efek samping setelah mengonsumsi obat jenis baru tersebut.

Gejala yang paling banyak dikeluhkan antara lain mual, pusing, hingga gatal-gatal pada tubuh.

Baca Juga: Lelah Menanti Pemerintah, Warga Dua Desa di Pati Patungan Perbaiki Jalan Rusak

-Advertisement-

Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat ARV merupakan obat yang harus dikonsumsi secara rutin oleh ODHA demi menjaga kualitas hidup dan menekan perkembangan virus HIV.

Menurut sejumlah pendamping ODHA, efek samping ini mulai dirasakan setelah pemerintah mengganti jenis ARV yang sebelumnya digunakan. Meski pergantian ini dilakukan dalam rangka penyesuaian kebijakan nasional dan ketersediaan obat, dampaknya justru memunculkan ketidaknyamanan bagi para penerima manfaat

Koordinator Rumah Matahari Pati, Ari Subekti mengatakan, ada sebanyak 550 ODHA di Patu yang hingga saat ini masih pihaknya dampingi. Ia menyebut, hampir semua ODHA tersebut terkena efek samping pergantian obat ARV.

Ari menjelaskan, ada 3 kombinasi obat yang dikonsumsi ODHA. Semula obatnya berjenis Tenofovir, Lamivudine, dan Dolutegravir (TLD). Namun obat tersebut kini diganti menjadi Tenofovir, Lamivudine, Efavirenz (TLE).

“Yang menjadi kegelisahan teman-teman itu ada pergantian obat dari TLD menjadi TLE. Pergantian obat ini, ternyata untuk teman-teman ini membuat efek samping yang cukup berat. Seperti mual, muntah, pusing, sampai ruam dan gatal,” ujarnya.

Ia menyebut pergantian obat ini terjadi awal Juni 2025. Pihaknya juga tidak mengetahui alasan pasti adanya pergantian obat tersebut.

“Sebelumnya tidak ada sosialisasi pergantian, kemudian tiba-tiba ketika teman-teman mengambil obat itu diganti. Alasannya stok di pemerintah sedang kosong,” sebutnya.

Baca Juga: Sudewo Janjikan Muslimat NU Dapat Jatah Hibah Rp1 M Tahun Depan

Pihaknya pun mengeluhkan adanya pergantian obat ini. Sebab, hal ini berdampak terhadap kondisi kesehatan para ODHA yang mengonsumsi obat baru ini.

“Itu dikeluhkan mereka, karena setelah minum obat ini tidak bisa beraktivitas secara normal. Jadi lebih kecapekan, karena pusing itu tidak bisa bekerja dan lain-lain. Meskipun setiap orang tidak sama efek sampingnya. Ada cenderung berat sampai kemudian tidak bisa beraktivitas, ada juga ringan masih bisa beraktivitas tetapi tidak bisa seratus persen,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER