Mi Ayam Batok Sairi Jepara, Warung Unik yang Tak Pernah Sepi Pembeli

BETANEWS.ID, JEPARA – Di tengah hiruk-pikuk Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, sebuah warung mi ayam dan bakso tampil mencolok dengan keunikannya. Warung Pak Sairi begitu nama yang dikenal warga sekitar, menyuguhkan sajian mi ayam dan bakso yang tak biasa. Bukan dalam mangkuk keramik atau plastik, melainkan dalam tempurung kelapa alias batok.

Saat ditemui di warungnya, pria paruh baya bernama Sairi itu tampak sibuk melayani pembeli bersama seorang remaja perempuan yang membantunya. Di balik asap mengepul dari kuah panas, tampak batok-batok kelapa berjajar menanti diisi mi dan bakso pesanan.

Baca Juga: Punya Tiga Varian Rasa, Es Dawet Ayu Khas Banjarnegara Laris Manis di Kudus

-Advertisement-

Inspirasi unik ini ternyata datang dari sang kakak yang pernah mencicipi soto batok di Yogyakarta. Konsepnya yang sederhana namun menarik membuat kakaknya menyarankan Sairi untuk menerapkannya ke dalam usaha mi ayam dan bakso.

“Kakak saya cerita, anaknya kuliah di Jogja dan pernah makan soto pakai batok. Warungnya ramai. Akhirnya saya coba terapkan untuk mi ayam dan bakso di sini,” ungkap Sairi sambil menuangkan mi ke dalam batok.

Menurutnya, belum ada pedagang mi ayam di Jepara yang menggunakan batok sebagai wadah. Hal itu menjadi peluang yang tak ingin ia lewatkan.

“Sekarang orang cari yang unik-unik. Jadi daripada ikut-ikutan jualan biasa, saya pilih konsep batok biar beda dari yang lain,” bebernya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Untuk memenuhi kebutuhan wadahnya, Sairi meminta bantuan keponakannya di Jogja untuk membelikan batok berkualitas. Awalnya, ia memesan 30 batok kelapa seharga Rp10 ribu per buah, dan akan langsung dipesan ulang jika ada yang rusak.

Sejak dirintis lebih dari dua tahun, Warung Pak Sairi selalu ramai pembeli. Warung ini buka setiap hari, mulai pukul 09.00 hingga 20.00 WIB. Dalam sehari, ia bisa menjual sekitar 150 porsi mi ayam dan 80 porsi bakso.

Tak hanya unik, harga menunya pun sangat ramah di kantong. Mi ayam ia jual dengan harga Rp8.000, bakso Rp7.000 dan mi ayam bakso Rp11.000.

Baca Juga: Es Gempol Pleret Karyati Jepara, Manis Lembutnya Lumer di Mulut

Salah satu pelanggan, Nilam Maharani (21), mengaku ketagihan makan di Warung Pak Sairi. Baginya, sensasi makan dari batok kelapa memberi pengalaman berbeda.

“Unik karena pakai batok, jadi berasa tradisional banget. Rasanya juga enak, harganya murah pula,” tuturnya.

Penulis: Ella Kartika Sari, Mahasiswa PPL IAIN Kudus

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER