31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Kopdes Merah Putih Dinilai Ancam Distributor Gas dan Pupuk, Budi Arie: ‘Rakyat yang Penting Untung Duluan’

BETANEWS.ID, PATI – Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang kini akan masuk sebagai distributor gas melon dan pupuk bersubsidi di tingkat desa mulai menimbulkan polemik. Puluhan ribu distributor yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor tersebut terancam tergusur.

Namun, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi tak ambil pusing soal ancaman tersebut. Menurutnya, kehadiran Kopdes Merah Putih justru memberi harapan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau.

Baca Juga: Jelang Unjuk Rasa 13 Agustus, Polresta Pati Panaskan Kesiapan Pasukan Dalmas

-Advertisement-

“Harus (jual gas melon dan pupuk) dong. Semua kebutuhan masyarakat menjadi kewajiban dari negara untuk memberikan kepada masyarakat agar tepat sasaran,” ujar Budi Arie saat menghadiri acara di Pendapa Kabupaten Pati, Kamis (31/7/2025).

Ketika disinggung soal potensi Kopdes Merah Putih yang bisa menggeser peran ribuan distributor, mantan Menteri Kominfo itu kembali menegaskan bahwa fokus utamanya adalah kepentingan rakyat.

“Sementara ini mengancam rakyat atau nggak? Kita mau rakyat bergembira. Rakyat untung duluan dengan Kopdes Merah Putih,” tegasnya.

Menurut Budi Arie, pemerintah seharusnya lebih memikirkan kesejahteraan 280 juta rakyat Indonesia ketimbang kepentingan segelintir pelaku usaha. Ia bahkan menyebut bahwa dengan Kopdes, harga gas elpiji bisa ditekan jauh lebih murah di tingkat konsumen.

“Kalian memikirkan 280 juta atau berapa orang? Karena bagi saya yang penting rakyat untung. Rakyat sebelumnya beli Rp24 ribu (gas elpiji). Kalau dia (rakyat) bisa beli Rp18 ribu (per tabung gas melon) rakyat yang untung,” imbuhnya.

Baca Juga: Pelaku Ngaku Nekat Bunuh Temannya Karena Dapati Foto Mesra Istrinya Bersama Korban di Kamar Hotel

Kopdes, kata Budi, mampu memangkas jalur distribusi yang selama ini dinilai terlalu panjang dan memicu kenaikan harga. Maka dari itu, pemerintah terus mendorong keberadaan koperasi tersebut agar menjadi garda depan distribusi di desa-desa.

“Kecuali dengan adanya Kopdes ini rakyat awalnya beli Rp18 ribu jadi Rp24 ribu. Ukurannya rakyat untung duluan,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER