BETANEWS.ID, KUDUS – Penertiban pengemis, gelandangan, dan anak jalanan (PGOT) oleh Satpol-PP Kudus di kawasan wisata religi Menara tak menemukan hasil, Rabu (9/7/2025). Sejumlah pengemis berhasil mengelabui petugas, bahkan ada anak jalanan yang berlari dan lolos begitu mengetahui kehadiran petugas.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol-PP Kudus, Noor Ridho menyampaikan, penertiban yang dilakukan merujuk pada Perda Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Pengemis, Gelandangan, dan Anak Jalanan serta Perda Nomor 20 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Keamanan dan Ketertiban.
Baca Juga: Sidak Jalan Lingkar Selatan, DPRD Kudus Siapkan Sanksi dalam Perda Sistem Drainase
“Kami tadi melihat ada anak kecil, langsung lari dan berhasil lolos dari kejaran. Sehingga kami tidak berhasil menangkap satupun orang dalam operasi ini,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Penertiban ini merupakan bagian dari giat rutin yang dilakukan tim gabungan untuk menjaga ketertiban di kawasan wisata religi, terutama saat lonjakan peziarah meningkat di bulan Muharram. Operasi itu melibatkan berbagai unsur instansi, mulai Dinas Sosial, Disdag, Disbudpar, Kecamatan Kota hingga Pemerintah Desa Kauman.
Menurut Noor Ridho, para pelaku PGOT sudah semakin lihai dan responsif terhadap kehadiran petugas.
“Kemungkinan mereka ini pendatang, sifatnya tiban. Begitu tahu ada operasi, langsung kabur. Ini jadi tantangan tersendiri,” ujarnya.
Selain menyisir kawasan Menara dan makam Sunan Kudus, petugas juga menindaklanjuti aduan masyarakat di titik lain seperti Proliman Tanjung, yang kini ramai oleh pengamen.
“Kami menerima banyak aduan dari masyarakat, dan segera kami tindak lanjuti. Saat ini, PGOT cenderung menyebar ke pinggir kota,” jelasnya.
Baca Juga: Sisa Pangan per Hari di Kudus Capai 120 Ton, Dispertan Dorong Gerakan Stop Boros Pangan
Ia menegaskan, kegiatan pengawasan dilakukan secara terus-menerus, dengan patroli 24 jam di objek vital, salah satunya kawasan Menara Kudus. Hal itu dilakukan demi untuk menciptakan Kudus Sehat, termasuk juga keberadaan PGOT.
“Kami ingin menjaga nama Kudus sebagai kota religi yang sehat dan nyaman bagi para peziarah, salah satunya dengan membebaskan kawasan ini dari keberadaan pengemis,” tuturnya.
Editor: Haikal Rosyada

