BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan warga Dukuh Ngablak dan Beji, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus menggelar sujud syukur dijalan setelah tambang ilegal ditutup, Jum’at (27/6/2025). Mereka baru berani melakukan aksi sekarang, karena selama ini ada intimidasi.
Salah satu warga yakni Joko Prihatin mengatakan, bahwa tambang ilegal di desanya sudah berlangsung sangat lama. Selama ini warga diam karena ada intimidasi dari berbagai pihak.
Baca Juga: Tambang Ilegal Ditutup, Puluhan Warga Desa Tanjungrejo Kudus Sujud Syukur
“Kami tidak berani bersuara dan melakukan aksi penolakan karena ada intimidasi. Selain itu juga ada pengkondisian oleh oknum,” ujar Joko di sela-sela aksi.
Dia mengungkapkan, bahwa tambang ilegal di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo sudah berlangsung sangat lama. Bahkan sejak tahun 1990-an.
“Selama itu tidak ada pernah penindakan terhadap tambang ilegal di desa kami. Dan yang paling mengkhawatirkan tambang ilegal di dekat Bendungan Logung. Itu sudah berjalan tiga tahun, alhamdulillah sekarang sudah ditutup,” bebernya.
Dia mengatakan, selama ada tambang ilegal ratusan truk dengan muatan belasan hingga puluhan ton melintas setiap hari melewati jalan-jalan kecil di desa mereka. Bising dan debunya sangat mengganggu.
“Debu di jalan itu kalau disiram jadi licin dan sangat membahayakan. Banyak warga yang terjatuh dari sepeda motornya,” ungkapnya.
Baca Juga: Nelangsanya Komisi D DPRD Kudus Menanti Kepala Disdikpora Seharian, Rapat KUA-PPAS Tertunda
Oleh karenanya, lanjut Joko, warga sangat bersyukur ketika tambang ilegal di Desa Tanjungrejo ditutup. Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati dan Kapolres Kudus yang telah bijaksana menutup galian C di desanya.
“Terima kasih kepada Pak Bupati dan Kapolres Kudus, semoga penutupan tambang ilegal ini selamanya,” harapnya.
Editor: Haikal Rosyada

