31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Sambut Bulan Muharram, Masyarakat Desa Jambu Timur Jepara Gelar Piweling Asyura 

BETANEWS.ID, JEPARA – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 H atau yang dikenal sebagai bulan Sura dalam tradisi Jawa, masyarakat di RW 5 Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara menggelar rangkaian kegiatan budaya dan keagamaan bernama Piweling Asyura.

Ketua Panitia Piweling Asyura Jamal menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk akulturasi antara budaya Islam dan tradisi Jawa. 

Baca Juga: Menengok Ritual Sakral Penjamasan Keris dan Dua Tombak Peninggalan Sunan Kudus

-Advertisement-

Terlebih peringatan bulan Sura sudah menjadi tradisi turun-temurun di kalangan masyarakat Jawa yang beragama Islam maupun yang masih memegang kepercayaan kejawen (kapitayan).

“Panitia berharap masyarakat dapat memahami bahwa bulan Muharam, atau Sura dalam istilah Jawa, adalah bulan yang luar biasa. Hari ke-10 Asyura diperingati secara besar-besaran sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai spiritual dan sosial yang terkandung di dalamnya,” katanya pada kamis (26/6/2025) malam.

Lebih lanjut ia mengatakan terdapat empat agenda utama yang digelar oleh panitia untuk mengisi bulan Sura dengan semangat kebersamaan, spiritualitas dan penghormatan terhadap warisan budaya.

Pertama, Kenduri Mapak Sura yang digelar pada 1 Sura atau Kamis Wage (26/6/2025) pukul 19.00 WIB di wilayah RW 05 Jambu Timur. 

Kegiatan tersebut berupa tirakatan malam yang terinspirasi dari ajaran para Wali Songo, seperti pesan Sunan Drajat tentang kepedulian terhadap sesama ‘Menehono mangan marang wong kang luwe’ serta ajaran Pager Mangkok dari Sunan Muria.

“Kami ingin masyarakat memahami makna spiritual dan sosial dari ajaran para wali serta menyambut bulan Sura dengan penuh berkah dan kebersamaan,” jelasnya. 

Selanjutnya yaitu ziarah Dateng Pepunden atau ziarah ke makam-makam para sesepuh desa yang akan dilakukan pada 9 Sura atau Sabtu Pon (5/7/2025) pukul 14.30 WIB. 

Rute ziarah tersebut yaitu ke beberapa makam di Desa Jambu Timur dan desa-desa sekitar seperti Desa Kawak, Jambu dan Selagi.

“Ziarah ini bertujuan membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menghormati tokoh agama dan sosial yang berjasa bagi lingkungan,” ujarnya.

Ketiga, yaitu acara puncak Manjing Asyura yang akan digelar di Masjid Darussaadah RW 5, Jambu Timur. Rangkaian acaranya meliputi kenduren, pembacaan maulid, santunan bagi anak yatim piatu, serta ceramah kebudayaan dan keagamaan sebagai bentuk refleksi dan pembelajaran nilai-nilai kemanusiaan.

Yang kemudian dilanjut dengan acara terakhir yaitu Krayahan Bubur Sura yang juga akan dilaksanakan di pelataran Masjid Darussaadah dengan membawa kisah selamatnya nabi nuh dari terjangan banjir yang sangat besar. 

Baca Juga: Tradisi Perang Obor Siap Meriahkan Jepara, Pemdes Tegalsambi Siapkan Ratusan Obor 

Dalam kegiatan tersebut akan ada senam bersama, jalan sehat, makan bubur sura secara kolektif, serta pembagian doorprize dari kupon jalan sehat yang dijual oleh panitia.

“Krayahan ini mengajak masyarakat untuk bergembira, sehat, sekaligus beramal dalam satu waktu. Semoga kegiatan ini memperkuat solidaritas warga dan memperlancar pembangunan masjid,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER