BETANEWS.ID, PATI – Baru-baru ini, Polresta Pati mengamankan sejumlah remaja yang sempat bikin geger masyarakat. Aksi sekelompok remaja ini sempat viral di media sosial, karena membuat ulah di jalanan wilayah Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, Pati. Dalam video yang tersebar, mereka membawa senjata tajam di jalanan pada dini hari.
Kasat Reskrim Polresta Pati AKP Heri Dwi Utomo mengatakan, usai aksi kelompok remaja tersebut viral di media sosial, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan sejumlah pelaku.
Baca Juga: Geger Geng Remaja Bawa Sajam di Jalanan, Kapolresta Pati: ‘Motifnya Buat Konten, Biar Viral’
Selain pelaku, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya adalah celurit hingga corbek.
Kasatreskrim juga mengungkap asal usul senjata tajam yang dibawa kelompok remaja tersebut. Disebut, dibeli mereka secara online.
“Sajamnya, setelah kita memgamankan pelaku, ternyata sajamnya ada di rumah. Sajam ini dibeli dari online, ” ujar Kasatreskrim.
Ia menyebut, bahwa untuk kejadian yang di Sukolilo itu, awalnya pihaknya mengamankan enam orang, kemudian hari berikutnya tiga orang. Pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman.
Namun katanya, ada satu orang yang diketahui membawa sajam. Sedangkan lainnya masih dilakukan pendalaman.
“Karena memang pelakunya anak-anak semua. Jadi kita edukasi, kita lakukan oembinaan, ” imbuhnya.
Sedangkan untuk satu orang yang diketahui membawa sajam dikenakan dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.
Polisi memastikan, pengejaran terhadap anggota geng bersenjata lainnya akan terus dilakukan tanpa ampun. Komitmen ini bukan hanya untuk menindak pelaku, tapi juga untuk memulihkan rasa aman masyarakat yang sempat terusik.
Baca Juga: Polresta Pati Ungkap 15 Kasus Premanisme, 32 Orang Ditetapkan jadi Tersangka
Sebagai bentuk pencegahan, Polresta Pati juga mengingatkan orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya. Aksi jalanan yang berujung kriminal ini bisa berbahaya bukan hanya bagi korban, tetapi juga bagi para pelakunya sendiri.
“Polisi berkomitmen akan terus bekerja melakukan penindakan terhadap gerombolan pemuda bersajam tersebut agar tidak meresahkan masyarakat lagi,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

