Jemaah Haji Jepara yang Meninggal di Mekkah Ternyata Menderita Gagal Ginjal 

BETANEWS.ID, JEPARA – Satu jemaah calon haji asal Kabupaten Jepara bernama Mudi Wasis dinyatakan meninggal di Kota Suci Mekkah pada Senin, (1/6/2025) sekitar pukul 04.45 WAS atau 08.45 WIB. 

Kasi Ibadah Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara, Siti Yuliati mengungkapkan almarhum meninggal dikarenakan sakit. Almarhum diketahui menderita gagal ginjal stadium dua awal. 

Baca Juga: Dapat Aduan Warganya Sakit Lumpuh, DPRD Jepara Gerak Cepat Beri Bantuan Kursi Roda

-Advertisement-

Awalnya pada saat tiba di Kota Madinah, ia mengatakan almarhum mengalami nyeri perut namun tidak mau dibawa ke Rumah Sakit (RS). Setelah diobati kondisinya mulai membaik. 

“Saat masuk di Kota Mekkah pada tanggal 22 Mei 2025, almarhum sakit lagi. Kemudian dirujuk ke rumah sakit dan diketahui menderita sakit gagal ginjal stadium dua awal,” ungkapanya saat ditemui di Kantor Pusat Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu (PPHUT) Kabupaten Jepara, Senin (2/6/2025).

Meskipun mengalami sakit, Yuli mengatakan almarhum sudah sempat menjalani ibadah umrah wajib. Sebelum meninggal, ia mengungkapkan almarhum sempat dirujuk sebanyak tiga kali di rumah sakit berbeda yang berada di Kota Mekkah. 

Pertama almarhum dirujuk ke RS Al-Firdaus, Mekkah. Oleh petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKIH), almarhum kemudian dirujuk ke RS AN-Nur Mekkah. Di rumah sakit tersebut, almarhum diketahui menderita gagal ginjal stadium dua awal. 

Dari rumah sakit An-Nur, ia melanjutkan almarhum kembali dirujuk ke RS King Faisal Mekkah untuk mendapat pemeriksaan yang komplit. Dari hasil pemeriksaan almarhum diketahui mengalami suspect abdomen di Pankreas. 

“Setelah menjalani pemeriksaan, almarhum kemudian dinyatakan meninggal dunia di RS AN-Nur Mekkah,” jelasnya. 

Sebelum berangkat menjalani ibadah haji, Yuli mengatakan almarhum diketahui sudah menderita hipertensi dan sakit gagal ginjal stadium dua awal. Tetapi dari hasil pemeriksaan tim kesehatan, almarhum dinyatakan memenuhi Standar Operasional Prosedure (SOP) Isthithaah kesehatan. 

“Almarhum memang memiliki sakit sebelum berangkat, tetapi sesuai SOP beliau dinyatakan Isthithaah. Almarhum juga sempat susah makan dan minum sehingga kondisi kesehatannya semakin menurun,” katanya. 

Baca Juga: Perbaikan 101 Km Jalan Kabupaten di Jepara Habiskan Rp5 M

Saat ini almarhum sudah dimakamkan di Pemakaman Al-Sharaya Ibu Rohmiati, Kota Mekkah pada Senin, (1/6/2025) kemarin sekitar pukul 13.00 WAS setelah dishalatkan di Masjidil Haram.

Almarhum merupakan warga Desa Kerso, Kecamatan Tahunan. Ia tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 45 yang diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Jepara pada Selasa, (13/5/2025) pukul 01.00 WIB.  

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER