BETANEWS.ID, KUDUS – Tambang tanah urug atau galian C di Kabupaten Kudus menelan korban jiwa. Kejadian nahas tersebut terjadi pada Minggu (25/5/2025). Video detik-detik kecelakaan tersebut pun beredar di media sosial dan grup WhatsApp.
Di video berdurasi 1:45 menit tersebut tampak ada beberapa dump truck dengan muatan tanah urug dan alat berat jenis eskavator di sebuah lahan tambang galian C. Tampak dalam video dua orang sedang memasang terpal guna menutup muatan tanah urug yang menggunung melampui bak truk.
Baca Juga: Motor vs Ambulans di Alun-alun Kudus, Pemotor Dilarikan ke RS
Di tengah kesibukan menata terpal tersebut, tiba-tiba truk tersebut tertabrak truk lainnya dari belakang hingga terdorong ke depan hingga beberapa meter. Beberapa orang pun segera mendekat dan bersama-sama menggotong pria berkaus putih.
Dalam video tersebut terdapat tulisan Kecelakaan di Honggosco, Jekulo, Kudus. Saat dikonfirmasi, Camat Jekulo, Agus Susanto membenarkan adanya insiden tersebut. Yang bersangkutan juga membenarkan bahwa lokasi kejadian merupakan tambang Galian C.
“Iya benar ada insiden tersebut. Kejadiannya kemarin, Minggu siang,” ujar Susanto kepada awak media melalui sambungan telepon, Senin (26/5/2025).
Susanto mengungkapkan, bahwa insiden tersebut sudah ditangani pihak berwajib. Karena ada yang meninggal, jadi kemarin ia langsung berinisiatif melapor ke polisi.
“Pada insiden tersebut, ada dua korban dan yang satu akhirnya meninggal dunia,” bebernya.
Dia pun menceritakan sekilas kronologi insiden yang merenggut nyawa orang tersebut. Menurutnya, insiden tersebut dikarenakan rem blong truk yang parkir di bagian atas.
“Sekilas ya. Jadi gini, ada truk di bagian atas rem blong, meluncur ke bawah menabrak dua truk yang terparkir dengan muatan tanah dan sedang proses penerpalan,” tuturnya.
Baca Juga: Akselerasi Pembentukan Kopdes Merah Putih, 38 Desa di Kudus Sudah Kantongi Badan Hukum
Ketika menabrak truk pertama ada satu orang yang sedang mengikat terpal dan tergencet. Truk yang tertabrak pertama kemudian menabrak truk kedua, dan juga menghimpit satu orang yang sedang mengikat terpal di belakang.
“Dua korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Tetapi yang sopir warga Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe meninggal dunia,” ungkapnya.
Editor: Haikal Rosyada

