BETANEWS. PATI – Ketua Serikat Petani Pati, Kamelan, menyambut baik kebijakan pemerintah Kabupaten Pati yang menargetkan produksi padi 10 ton per hektare. Namun, dia menekankan bahwa untuk mencapai target tersebut, dukungan terhadap petani harus lebih dari sekadar angka semata.
Menurut Kamelan, jika kebijakan tersebut dijalankan dengan tepat, hal itu bisa membawa dampak positif yang besar, baik dalam pencapaian swasembada pangan maupun peningkatan kesejahteraan petani. Namun, dia mengingatkan bahwa ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi dalam mewujudkannya.
“Saat ini, petani rata-rata hanya bisa memproduksi sekitar 6 hingga 8 ton per hektare, tergantung pada kondisi tanah dan perawatan. Kami mendukung kebijakan ini, tapi jangan hanya berhenti pada angka target. Harus ada dukungan nyata bagi petani untuk mencapainya,” ujar Kamelan.
Baca juga: Petani Pundenrejo Desak Polisi Tangkap Massa Bertopeng yang Robohan Rumah Warga
Menurutnya, salah satu tantangan utama yang dihadapi para petani adalah masalah infrastruktur pengairan. Kamelan menegaskan bahwa tidak semua lahan pertanian memiliki pasokan air yang memadai. Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah fokus pada perbaikan jaringan irigasi terlebih dahulu sebelum menetapkan target tinggi.
“Beberapa lahan, terutama lahan tadah hujan, sangat sulit untuk mencapai 10 ton per hektare. Untuk itu, dibutuhkan langkah konkret seperti pembangunan embung yang dapat menyuplai kebutuhan air dengan stabil,” kata Kamelan.
Tak hanya itu, dalam menghadapi musim tanam yang terbatas, para petani sering kali terpaksa memilih varietas padi yang berumur pendek. Namun, pilihan tersebut sering kali tidak memberikan hasil yang optimal.

