Slamet, Penjual Jagung Rebus yang Masih Setia Bertahan di Usia Senja

Di Jalan Dr Cipto Mangun Kusumo, Jobokuto, Jepara, seorang kakek tampak sibuk menata jagung rebus yang baru ia bawa dari rumah. Sambil menunggu pembeli, ia juga membungkus ubi dalam kantong plastik. Meskipun hari itu hanya ada jagung dan ubi yang dijualnya, biasanya kakek bernama Slamet (68) itu juga menyediakan kacang, kedelai, dan pisang, yang kebetulan stoknya sedang habis.

Sembari menyiapkan dagangan, Slamet berbagi cerita, bahwa sudah terbiasa jualan dengan segala kondisi. Ia mengaku sudah berjualan jagung rebus sejak tahun 1999.

“Dulu saya keliling, baru sekitar 10 tahunan ini mulai mangkal di Alun-alun 2,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

-Advertisement-

Baca juga: Mencicipi Ayam Besengek, Salah Satu Kuliner Khas Jepara Favorit RA Kartini 

Sebelumnya, ia pernah merantau bekerja sebagai tukang bangunan. Selain itu, Slamet juga pernah menjadi tukang becak selama sekitar lima tahun. Namun, saat krisis moneter melanda, dia memutuskan untuk pulang ke Jepara dan berjualan jagung rebus sebagai sumber penghidupan.

“Saya jualan jagung karena saat itu krisis moneter. Saya harus bisa memberi penghidupan untuk keluarga, dan akhirnya memilih jagung rebus ini,” terangnya.

Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, Slamet tetap gigih menjalankan usaha ini. Selain menjual jagung rebus, ia juga menjual jagung mentah, yang tak jarang dibeli oleh sesama penjual jagung.

“Alhamdulillah, penjualan lancar. Penjualan sehari bisa sekitar Rp700 hingga 800 ribu. Kalau sepi ya masih dapat Rp300 ribuan,” katanya dengan senyum.

Baca juga: Es Dawet Legendaris Pasar Bitingan Kudus Tawarkan Kesegaran Pati Aren Murni

Namun, menurut Slamet, penjualan tersebut terbilang menurun jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dulu, dalam sehari penjualannya mencapai Rp1 juta. Sementara saat sepi, ia masih bisa mengantongi uang Rp500 ribu.

“Jagung ini saya jual Rp4.000. Biasanya mulai jualan jam 4 sore hingga jam 9 malam,” tambahnya.

 Penulis: Ihza Miftahul Huda, Mahasiswa Magang Unisnu Jepara, Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER