31 C
Kudus
Kamis, Februari 19, 2026

Ribut Warga Ikut Meriahkan Sepak Bola Api di Desa Kawak Jepara 

BETANEWS.ID, JEPARA – Kegiatan sepak bola api yang rutin digelar oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kawak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara disambut antusias. Ribuan masyarakat turut memeriahkan kegiatan yang menjadi bagian dari pelaksanaan sedekah bumi. 

Sebelumnya para pemain melakukan ritual di punden buyutan untuk keselamatan diri selama melakukan pertandingan bola api. Kelapa utuh dan air suci turut dibawa dari mbelik sucen makam punden buyutan desa menuju tempat pertandingan. 

Baca Juga: Dana Bagi Hasil Cukai 2025 Jepara Naik Jadi Rp21 Miliar 

-Advertisement-

Pertandingan sepak bola api digelar Selasa (06/05/2025) malam di halaman Mts Tashilul Muhtadiin Desa Kawak, Kick off sepak bola api dimulai pukul 21.00 WIB.

Pertandingan ini dilakukan oleh 2 tim masing-masing tim berjumlah 5 orang yang dibedakan dengan ikat kepala. Tim abang menggunakan ikat kepala warna merah sedangkan tim ijo menggunakan ikat kepala berwarna hijau. Para pemain hanya mengenakan celana hitam tanpa mengenakan kaos.

Sebelum melakukan pertandingan sepak bola api ini dimulai, tetua adat desa mengoleskan air suci dari mbelik sucen yang terbuat dari campuran air sucen, minyak kelapa dan sabun kepada setiap pemain yang akan bertanding, hal ini diyakini dapat meredam panasnya bola.

Petinggi Desa Kawak Eko Heri Purwanto mengatakan, acara ini termasuk rangkaian acara sedekah bumi. 

“permainan sepak bola api ini sebagai simbol memerangi hawa nafsu dan amarah  untuk mencapai kesuksesan dan kemakmuran,” katanya pada Rabu, (7/5/2025). 

Para pemain sepak bola api merupakan warga Desa Kawak. Utamanya anggota Karang Taruna Tunas Berlian di Desa Kawak. Ia berharap kegiatan tersebut kedepannya tetap diuri-uri dan mendapat suport dari pemerintah daerah, Provinsi maupun pemerintah pusat. 

“Kami ingin budaya-budaya lokal seperti ini menjadi warisan anak cucu kita, jangan sampai terabaikan, kita selalu evaluasi dan akan terus berinovasi supaya kebudayaan ini tetap terjaga” ucap Eko Heri

Pertandingan sepak bola api ini, digelar dalam 2 babak, dengan setiap babak dilangsungkan selama 15 menit. skor berakhir 5- 3 dan di menangkan tim merah. 

Baca Juga: Kisah Mbah Darno, Calon Jemaah Haji Tertua Jepara yang Berusia Hampir Satu Abad 

Salah satu pemain, Candra (17) warga RT 18 RW 03, Desa Kawak mengaku senang  mengikuti acara tradisi Sepak Bola Api ini karena masih bisa membantu desa dalam melestarikan budaya dan ikut melijitkan nama desa kawak.

“Memang sedikit panas, tapi panasnya gak kerasa dikarenq sudah diolesi air suci,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER