“Kalau perawatan tembakau kesulitannya banyak hama, paling sulit itu. Tapi untuk pencegahan sudah disediakan atau dibantu dinas berupa obat pestisida. Bantuannya ada bibit, pupuk organik/kompos, obat hama, sprayer, dan sebagainya,” jelasnya.
Ketua Poktan Mekar Melati, Susanto (62) menyampaikan, rasa terimakasihnya kepada dinas atas bantuan tanaman tembakau. Menurutnya, hal itu dapat meningkatkan hasil produksi petani, khususnya di Desa Menawan.
“Semoga bantuan dari pemerintah ini dapat bermanfaat, menghasilkan produksi yang baik. Ketika nanti mendapatkan hasil baik, insyaallah kedepan akan dikembangkan lagi,” ujarnya.
Baca juga: Dispertan Kudus Bakal Fasilitasi Petani Tembakau dengan Mesin RajangÂ
Ia menuturkan, Desa Menawan saat ini terdapat dua Poktan, baik Mekar Melati maupun Bangun Raharjo yang sebelumnya menjadi percontohan di tahun lalu. Di tahun ini poktan yang dinaunginya itu baru pertama kali mendapatkan bantuan bibit, sehingga lahannya hanya 2 hektare.
“Sementara ini untuk Poktan Mekar Melati itu ada dua hektar terdiri dari lima petani. Saat ini sudah ada dua kelompok yang mendapat bantuan dari dinas, pertama Poktan Bangun Raharjo di RW 4 dan informasi yang saya terima di sana ada lahannya lima hektar,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pertanian dan Tanaman Pangan Dispertan Kudus, Agus Setiawan menambahkan, bahwa di tahun ini perluasan areal tanam tembakau di Kudus menjadi 9 hektar. Total tersebut bertambah dari tahun sebelumnya yang hanya 2 hektar saja.

