BETANEWS.ID, KUDUS – Debit air di Bendung Wilalung kembali menunjukkan kenaikan. Terlihat air kiriman dari Bendung Klambu tersebut sudah tinggi, bahkan air sudah melimpas ke arah Sungai Juwana di pintu nomor 3. Kondisi tersebut membuat Bendung Wilalung kini berstatus awas.
Operator dan Pemeliharaan (OP) Bendung Wilalung, Karno, menyampaikan, kondisi debit air di Bendung Wilalung sudah berstatus awas sejak Sabtu (8/3/2025) pukul 5.00 WIB. Mengingat, elevasi walking tanggul saat itu di angka 260 sentimeter, sehingga menunjukan status awas.
“Kemarin mulai pengecekan per jam mulai pukul 12.00 WIB. Karena kondisi debit air per pukul tersebut mencapai 400m³/detik. Hingga kini debit air, berangsur-angsur naik hingga per pukul 10.00 WIB mencapai 650m³/detik,” bebernya saat ditemui di kantornya, Sabtu (8/3/2025).
Baca juga: BPBD Kudus dan Pemdes Undaan Kidul Tanam Pohon di Tanggul Sungai Wulan
Sementara elevasi walking tanggul di Bendung Wilalung pada pukul 10.00 WIB, 255 sentimeter dan tinggi jagaan tanggul hanya tinggal 55 sentimeter. Ia menyebut, faktor meningkatnya debit air diakibatkan curah hujan tinggi yang mengguyur daerah hulu sejak kemarin siang.
Menurutnya, kiriman air dari hulu atau dari berbagai bendung seperti Sedadi, Menduran, Dumpil, dan Klambu bisa saja bertambah, mengingat kondisi cuaca di hulu saat ini mendung. Terlebih trend-nya menunjukkan kenaikan.
Makanya, Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan selalu waspada.
“Tetap waspada, karena kondisi Bendung Wilalung berstatus awas. Selain itu, cuaca di hulu saat ini juga mendung,” jelasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

