BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton meninjau pembangunan Jembatan Karangsambung, Jumat (7/3/2025). Sam’ani meminta proyek senilai kurang lebih Rp28,1 miliar tersebut untuk dipercepat.
Sam’ani menyampaikan, biaya pembangunan jembatan penghubung Kecamatan Bae dan Gebog itu semuanya dari Pemerintah Pusat. Progres pembangunan sudah 52 persen dan ditargetkan selesai pada 1 Agustus 2025.
“Namun, kami minta untuk dipercepat, 30 Juni atau awal Juli sudah selesai. InsyaAllah bisa, orang teknik itu isonan,” ujar Sam’ani.
Baca juga: Impian Besar Sam’ani Bisa Bangun Rumah Sakit Bertaraf Internasional di Kudus
Dia mengatakan, saat ini ada kurang lebih 50 pekerja yang terlibat dalam pembangunan Jembatan Karangsambung. Menurut Sam’ani, yang juga Sarjana Arsitektur tersebut, erection atau pemasangan girder (balok yang berfungsi sebagai pendukung dek jembatan) ini butuh ketelitian khusus.
“Kalau kekencangan nanti pecah. Kalau terlalu kendor nanti lendutan (melengkung),” bebernya.
Sam’ani menyampaikan, pembangunan Jembatan Karangsambung ini akan sangat bermanfaat bagi Kudus. Jika sebelumnya di jembatan yang lama itu sempit, dan orang melintas harus bergantian terutama kendaraan roda empat, nanti tidak lagi.
“InsyaAllah ketika jadi, Jembatan Karangsambung nanti bisa jadi kebanggaan kita. Jalur transportasi, jalur ekonomi dan lainnya benar-benar tersambung antara Kecamatan Bae dan Gebog,” sebutnya.
Baca juga: Agar Hasil Lebih Maksimal, Sam’ani Akan Modernisasi Dunia Pertanian di Kudus
Manajer Pelaksana Proyek Jembatan Karangsambung, Didik Sudjarwadi, menjelaskan, pembangunan Jembatan Karangsambung sudah berjalan 14 pekan dan progresnya sudah 52 persen, dari rencana 32 persen. Jadi masih ada deviasi positif 20 persen.
“Sehingga, permintaan Bupati Kudus untuk percepatan itu masih memungkinkan. Nantinya percepatan akan dilakukan di pekerjaan rigid dan saluran,” ujar Didik.

