BETANEWS,ID, KUDUS – Sejumlah pedagang di Pasar Kliwon mengaku setiap tahun selalu dimintai tunjangan hari raya (THR) oleh berbagai pihak, mulai dari petugas kebersihan, oknum yang mengaku sebagai keamanan pasar, orang luar pasar yang mengatasnamakan pribadi. Mereka merasa keberatan karena kondisi ekonomi yang semakin sulit, terutama setelah maraknya penjualan online.
Salah satu pedagang di Blok A Pasar Kliwon yang enggan menyebutkan namanya mengakui ada banyak orang yang datang ke toko minta THR setiap menjelang Lebaran.
“Yang datang ke toko ada empat pihak, yakni keamanan pasar, tukang sapu, petugas sampah, dan orang yang mengatasnamakan pribadi dari luar pasar,” katanya saat ditemui, Rabu (26/3/2025).
Baca juga: Penjualan Baju Muslim Naik, Pedagang Pasar Kliwon: ‘Masih Bagus Tahun Sebelumnya’
Menurutnya, oknum keamanan pasar yang meminta THR itu didampingi oleh petugas yang biasa menarik retribusi di Pasar Kliwon Kudus. Pihaknya bahkan heran, keamanan pasar itu tak menunjukkan sebagai orang yang biasa mengamankan pasar.
“Dia bilangnya, ‘Mbak ini bagian keamanan (pasar) minta THR’ gitu. Salahnya kita itu tidak pernah dibicarakan sama orang pasar, itu salahnya kita sendiri. Yang aku heran mereka kok muda-muda dan tidak menunjukkan orang keamanan,” jelasnya.
Meski begitu, ia mengaku nominal yang diberikan tidak dipatok dan tergantung pemberian oleh pedagang. Meski begitu, pedagang sebenarnya merasa keberatan karena kondisi pasar sekarang sedang lesu.
“Ya jelas (keberatan). Ini sudah sejak dulu, mulai saya awal di toko tahun 1999, sudah membudaya. Keberatan karena gini, mereka, kan, sudah dibayar, lalu tahu kondisi lah. Kalau pas dulu-dulu (pasar ramai) ndak papa,” ujarnya.
Meskipun tidak ada unsur intimidasi, pedagang mengaku merasa terpaksa memberikan THR karena khawatir ditandai oleh pihak yang meminta.
“Kalau nggak ngasih, ya, nggak enak, nanti diingat-ingat terus. Namanya di dunia kerja, kita nggak mau punya musuh,” ucapnya.
Pihaknya mengaku lebih ikhlas jika yang meminta THR adalah petugas kebersihan, karena mereka benar-benar bekerja untuk menjaga kebersihan pasar.
“Kalau tukang sampah, ya, nggak masalah, kita kasihan juga. Tapi kalau yang lain, ya, jelas keberatan. Ini sudah berlangsung lama, sejak saya mulai di toko tahun 1999,” pungkasnya.
Baca juga: Tiap Tahun Pembeli Menurun, Pedagang Pasar Kliwon Sambat
Senada, pedagang lain di Blok D Pasar Kliwon yang enggan disebutkan namanya juga mengaku sudah diminta THR sejak pertama kali berjualan, delapan tahun lalu. Menurutnya, petugas yang meminta THR jelang lebaran adalah oknum petugas penarik retribusi.
“Setiap tahun selalu ada yang meminta THR ke pedagang, mintanya, sih, seikhlasnya. Kalau biasanya sekitar Rp100 ribu, memang lumayan kalau digabung satu pasar,” tuturnya.
Menurutnya, permintaan ini bersifat tidak memaksa, namun jika tidak diberi, bisa menjadi bahan pergunjingan di antara pedagang lainnya.
“Kalau misalnya nggak ngasih, ya rasanya nggak enak, bisa jadi bahan pembicaraan. Makanya kalau ada rezeki, nggak masalah, anggap saja sedekah,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

