BETANEWS.ID, PATI – Beberapa perempuan tampak beraktivitas di sebuah rumah produksi batik yang berada di Desa Mojomulyo, Kecamatan Tambakromo, Pati. Mereka tampak sibuk dengan tugasnya masing-masing. Ada yang membuat pola, nglowong atau menggambar garis dengan malam, ngiseni (mengisi detail) hingga nyolet (mewarnai).
Menjelang Lebaran Idulfitri ini, mereka sibuk untuk menyelesaikan pesanan yang mengalami peningkatan dibanding hari biasa. Batik Tulis Pesantenan yang merupakan brand batik asal Pati ini, menjadi salah satu jujugan bagi masyarakat ketika menjelang Lebaran.
Kualitas hingga motif batik yang beragam, menjadi daya tarik bagi mereka yang ingin membuat hampers Lebaran lebih spesial. Begitu juga untuk pemudik, oleh-oleh batik menjadi salah satu pilihan untuk diberikan kepada keluarga, kolega, maupun teman karib.
Baca juga: Angkat Motif Toren Waduk Seloromo, Batik Gading Sari Kenalkan Ikon Khas GembongÂ
“Untuk sekarang ini memang permintaan batik mengalami peningkatan. Banyak yang cari untuk parsel. Banyak juga yang cari untuk oleh-oleh mudik, kenang-kenangan keluarga di kampung, ” ujar Owner Batik Tulis Pesantenan, Sri Puji Astuti.
Ia menyebut, menjelang Lebaran ini, penjualan mengalami peningkatan sebanyak 30 sampai 50 persen. Kalau hari biasa, penjualan batik berkisar Rp6 juta sampai Rp7 juta, untuk sekarang ini bisa mencapai Rp10 juta sampai dengan Rp11 juta.
Dari banyaknya permintaan, mayoritas yang digemari adalah motif-motif dengan gambar yang jarang-jarang. Hal itu juga selaras dengan harga yang relatif murah dan terjangkau, yakni di kisaran Rp275 ribu hingga Rp400 ribu.
“Bukan yang mahal yang diambil, yang standar, yang terjangkau untuk parsel dan oleh oleh. Meskipun harga di kisaran Rp275 ribu, namun kita tetap pakai bahan primis, bahan premium. Sehingga pembeli tidak kecewa, karena kualitas dari Batik Pesantenan dikedepankan,” sebutnya.
Baca juga: Tren Sajadah Batik Pati Produksi Yuliati Warno Makin Digemari Anak Muda
Dirinya menjelaskan, bahwa untuk harga batik, tergantung dari pewarnaan, motif hingga bahan yang dipakai. Semakin rumit motif hingga bahan yang dipakai, harganya juga semakin mahal.
Puji menyampaikan, untuk motif dari Batik Pesantenan, punya ciri khas tentang kearifan lokal Kabupaten Pati, yakni mengangkat situs budaya, flora dan fauna. Misalnya, asem kemis, gapura gerbang Majapahit, dan gemuk kemiri.
Salah satu pembeli, Lestari, mengaku memilih Batik Pesantenan karena memang memiliki kualitas yang bagus dan memiliki motif yang apik.
“Di sini kan batiknya terkenal bagus, kainnya bagus, motifnya juga bagus, tidak luntur. Jadi saya pilih beli batik di sini, ” jelas perempuan yang berdomisili di Jambi itu.
Nantinya, batik yang dibeli itu akan dibuat oleh-oleh mudik untuk saudaranya yang berada di Jambi.
Kemudian untuk harga, menurutnya terjangkau. Sebab, dilihat dari kualitas yang bagus, harga Batik Pesantenan sudah sesuai.
Editor: Ahmad Muhlisin

