31 C
Kudus
Jumat, Februari 20, 2026

Ajak Maestro Ukir, JIFBW Ingin Kembalikan Kejayaan Ukir Jepara 

BETANEWS.ID, JEPARA – Pelaksanaan Jepara Internasional Furniture Buyer Weeks (JIFBW) Ke-3 memiliki sedikit perbedaan dibanding tahun sebelumnya. Selain terdapat meeting point yang menampilkan produk dari peserta, para maestro ukir Jepara ikut dilibatkan dalam pameran tersebut. 

Berdasarkan pantauan di lokasi meeting point yang bertempat di Gedung Wanita Jepara, pelaksanaan pameran terbagi ke dalam beberapa ruang. Untuk di dalam area gedung serta sisi bagian luar khusus menampilkan produk furniture. 

Baca Juga: Pameran Furnitur Internasional Jepara Targetkan Transaksi $4 Juta USD

-Advertisement-

Sedangkan di bagian Aula Pendopo Gedung Wanita Jepara khusus menampilkan karya ukir. Seperti patung berbentuk hewan, tokoh pewayangan, patung dewa. Serta terdapat empat orang pengukir yang menatah di lokasi tersebut. 

Ketua Panitia JIFBW 2025, Muhammad Alhaq menjelaskan dengan mengusung tema The World Carving Center, ia ingin pelaksanaan JIFBW pada tahun ini bisa menjadikan Jepara sebagai pusat ukir dunia. Sehingga pihaknya juga menggandeng para maestro ukir. 

“Kita ingin mengembalikan Jepara sebagai pusat ukir dunia sehingga pada tahun ini kita ambil tema The World Carving Center, ada penguatan yang kita lakukan terutama dari unsur ukir,” katanya saat ditemui di Gedung Wanita Jepara, Senin (10/3/2025). 

Dengan mengajak para maestro ukir di Jepara, ia berharap karya para maestro tersebut yang selama ini hanya dipamerkan di ruang terbatas, bisa ditampilkan ke publik. Bahkan dilihat oleh dunia. 

“Karya ukir yang dipamerkan bukan sembarangan, itu karya para maestro ukir Jepara. Sehingga harapan nya mereka bisa membuka diri karena selama ini mereka hanya berkecimpung di karyanya. Kemudian karyanya hanya dipamerkan di ruang mereka sendiri. Kita libatkan mereka supaya karyanya bisa ditunjukkan kepada dunia,” tambahnya. 

Baca Juga: Tak Lolos Seleksi PPPK Tahap 1, Ratusan Tenaga Teknis di Jepara Berharap Ada Kepastian

Berdasarkan data ia mengungkapkan bahwa saat ini Jepara masih menempati pusat ukir terbesar di dunia. Hal tersebut berdasarkan indikator dari jumlah industri, pelaku, luasan wilayah, dan karya-karya yang dihasilkan. Sehingga dengan tema yang diangkat, ia optimis Jepara masih memiliki peluang terhadap hal tersebut. 

“Di luar negeri mungkin ada yang punya industri ukir, tapi tidak sebesar Jepara. Peluang Jepara untuk menjadi pusat ukir dunia masih ada,” ujarnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER