31 C
Kudus
Jumat, Februari 20, 2026

Belajar Melilit Boneka dari Limbah, Najlaa: ‘Bisa Jadi Souvenir dan Kurangi Sampah’

BETANEWS.ID, KUDUS – Pelatihan kerajinan tangan yakni pembuatan boneka lilit berbahan limbah digelar di Museum Kretek oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Sabtu (15/2/2025). Pelatihan ini diikuti peserta umum yang diperuntukkan untuk masyarakat Kota Kretek.

Salah satu peserta sekaligus Duta Wisata Kudus 2023-2025, Najlaa Fatin Ulayya mengaku senang mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. Dengan adanya kegiatan itu, dia mendapatkan pengalaman baru.

Baca Juga: Petani Kudus Semringah Presiden Prabowo Buat Kebijakan Gabah Dibeli Bulog

-Advertisement-

“Pelatihan ini tadi kita diberi tahu bahan-bahannya dari apa saja. Bahan utamanya kawat dan kertas lilit, dan kertasnya tadi katanya juga dari limbah. Semua dilakukan secara manual, jadi dililit sendiri baru disusun,” bebernya.

Ia menuturkan, lantaran baru pertama kali mengikuti pelatihan kerajinan, dia merasa kurang terbiasa saja, apalagi bahan utamanya kawat, agak susah untuk merangkainya karena tebal. Tapi kalau sudah terbiasa, pasti lebih mudah. 

“Kalau pemula seperti saya ini, butuh waktu lebih dari 20 menit lebih untuk membuat produk seperti ini (gantungan kunci),” ungkpanya.

Menurutnya, keterampilan ini memiliki potensi besar bagi masyarakat. Dengan bahan limbah, sehingga dapat mengurangi sampah yang ada. Terlebih produk juga dapat menjadi souvenir dan produk yang bernilai jual tinggi.

“Menggunakan bahan limbah ini sangat bermanfaat, selain mengurangi limbah, juga bisa menjadi peluang usaha, terutama di Desa Jurang. Dari segi pariwisata, ini juga bisa menjadi souvenir khas. Jadi sangat bermanfaat sekali,” tuturnya.

Hal senada juga diutarakan oleh, Ulfa Shofi Rohmawati (20). Menurutnya, kegemarannya dengan kerajinan membuatnya tertarik untuk mengikuti pelatihan itu. Selain itu hal itu juga untuk mengisi waktu luangnya di sela kesibukannya di kampus.

“Biasanya saya buat kerajinan dari eceng gondok. Ini pertama kali ikut pelatihan,” katanya.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Jadi Faktor Produksi Kopi di Colo Kudus Turun Drastis

Ia menjelaskan tantangan terbesar dalam membuat kerajinan ini adalah menentukan tema dan memperkirakan lilitan. “Kakau memang dipelajari bisa dilakukan. Kalau produk dari eceng gondok, saya biasa membuat tempat tisu, kotak pensil, dan celengan, tapi hanya untuk dipakai sendiri,” jelasnya.

Bagi Ulfa, kerajinan tangan bukan sekadar hobi, tetapi juga sarana untuk melatih kreativitas dan inovasi. “Saya suka kerajinan sejak SMA, karena bisa mengembangkan ide-ide baru,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER