BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan KHR Asnawi nomor 23 Kudus, tepatnya di area SPBU Pertamina Damaran, seorang perempuan berhijab merah maroon terlihat sibuk di sebuah stand berwarna pink. Ia menuangkan gula ke dalam cup, lalu memasukkan dawet warna-warni, susu, es batu, dan potongan nangka sebagai topping terakhir. Minuman tersebut dikenal sebagai Es Ratu Pelangi, menu yang paling laris di stand itu.
Ayu Mulyani (20), yang akrab dipanggil Ayu, adalah sosok di balik kesegaran Es Ratu Pelangi. Standnya itu baru beroperasi sekitar lima bulan, tapi sudah menarik banyak pelanggan.

“Pembeli biasanya paling suka es pelangi dengan topping cincau atau nangka,” ujarnya sambil tersenyum.
Baca juga: Modal Rp3 Ribu Sudah Bisa Menikmati Es Cincau Seenak Ini di Bakalankrapyak
Ayu menjelaskan, bahwa di kedainya tersedia berbagai pilihan topping, mulai dari nangka, stroberi, cincau, nanas, melon, buah naga, alpukat, oreo, cokelat, hingga mangga.
“Selain itu, dawet warna-warni yang kami gunakan diproduksi sendiri tanpa bahan pengawet, jadi kualitasnya terjamin,” jelasnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Dawet yang digunakan terdiri dari empat warna, pink, hijau, biru, dan kuning yang melambangkan warna-warni pelangi, sesuai dengan nama minuman ini. Ayu juga menambahkan bahwa mereka hanya menggunakan gula putih asli tanpa pemanis buatan, sehingga aman di tenggorokan.
“Orang sering merasa serak setelah minum es, tapi kalau minum es pelangi ini insyaAllah aman,” katanya meyakinkan.
Baca juga: Gunakan Resep Turun-Temurun, Inilah 4 Penjual Minuman Legendaris di Kudus
Harga Es Pelangi dibanderol mulai dari Rp5 ribu hingga Rp12 ribu per cup, sesuai topping yang dipilih. Setiap hari, Ayu bisa menjual sekitar 30 cup dengan omzet mencapai Rp300 ribu. Selain Es Pelangi, menu lain yang juga digemari adalah es kuwut, yang memiliki cita rasa khas dan dijual seharga Rp5 ribu per cup.
Dengan pilihan topping yang beragam dan rasa yang segar, Es Ratu Pelangi kini menjadi favorit bagi warga Kudus yang mencari minuman dingin dengan cita rasa yang unik dan menyegarkan.
Penulis: Hanifah Febria Dwiyanti, Mahasiswa Magang PBSI UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

